0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Siswa SMK Gemolong Terjun dari Gedung Sekolah, Ini Tanggapan Bupati

Bupati Sragen, Kusdinar Untung Yuni Sukowati (dok.timlo.net/agung widodo)
Sragen — Bupati Sragen Kusdinar Untung Yuni Sukowati mengaku prihatin dengan perbuatan percobaan bunuh diri yang dilakukan Wakhid Sadikin (18), siswa kelas XI SMK Sakti Gemolong dari gedung sekolah. Bupati menilai ada yang belum sempurna dalam sistem pendidikan, sehingga palajar harus dibekali dengan pendidikan karakter.
“Ada yang harus disempurnakan dalam sistem pendidikan kita. Pendidikan karakter untuk menempa mentalitas mereka. Sekolah harus memberikan pemahaman kepada seluruh siswa,” kata Bupati Yuni, belum lama ini.
Menurutnya, sekolah selain tempat untuk mengenyam pendidikan, juga harus mampu sebagai memberikan pendidikan karakter atau budi pekerti kepada para siswa. Hal itu diperlukan untuk bekal mentalitas siswa agar kejadian serupa tidak terulang lagi.
“Jadi sekolah selain sebagai pusat pendidikan, juga harus mampu memberikan pendidikan karakter untuk menempa mentalitas mereka,” terangnya.
Sekretaris Dinas Pendidikan dan Kabupaten (Disdikbud) Sragen, Suwardi tidak bersedia menanggapi terkait perbuatan nekat siswa SMK Sakti Gemolong tersebut. Dia beralasan, saat ini pengelolaan SMA/SMK sudah diambil alih Pemerintah Provinsi Jawa Tengah.
Pihaknya tidak mempunyai kewenangan terkait pengelolaan pendidikan di tingkat SMA/SMK. Dia meminta menanyakan perihal itu kepada Balai Pengendali Pendidikan Menengah dan Khusus (BP2MK) wilayah eks Karesidenan Surakarta.
Seperti diberitakan sebelumnya, Wakhid Sadikin nekat terjun dari lantai tiga gedung sekolah, Selasa (9/5) lalu. Perbuatan itu diduga lantaran depresi akibat kesulitan mengikuti pelajaran Bahasa Inggris.
Hal itu diperkuat dari bukti adanya surat dalam buku hariannya yang bertuliskan bunuh diri jalan terbaik daripada dirinya harus menghadapi pelajaran Bahasa Inggris.
Editor : Marhaendra Wijanarko

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge