0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

10 Kali Ganti Kapolres, Sragen Belum Punya Perda Miras

Sekretaris MUI Sragen, Muhammad Fadlan, (dok.timlo.net/agung widodo)
Sragen — Majelis Ulama Indonesia (MUI) Sragen mempertanyakan nasib Peraturan Daerah (Perda) tentang minuman keras (Miras) yang hingga kini tidak jelas kelanjutanya. Tidak hanya kali ini, masalah tersebut sudah lama dibicarakan, tapi sampai sekarang Sragen belum pernah membahas soal Perda tersebut.
”Sudah lebih dari 10 Kapolres dan Ketua DPRD berganti-ganti, sudah sering ditanyakan. Tapi sama sekali tidak ada perkembangan,” kata Sekretaris MUI Sragen, Muhammad Fadlan, Jumat (12/5).
Fadlan menyampaikan, kalangan ulama di Bumi Sukowati sudah sepakat dan menolak adanya peredaran miras. Oleh karena itu, pihaknya mendesak agar pelarangan miras dapat dituangkan dalam sebuah Perda.
Sejak awal, para ulama sudah menegaskan menolak peredaran miras. Perda tersebut diperlukan agar Sragen terbebas dari peredaran miras yang semakin marak.
Selain itu, dampak dari peredaran miras menjadi salah satu faktor pemicu terjadinya kriminalitas di Sragen. Pihaknya meminta kepada pihak-pihak terkait agar dapat menyelesaikan pembahasan Perda Miras tersebut.
Editor : Marhaendra Wijanarko

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge