0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Kadishub: Uber Jangan Jadi Modus Ngompreng

Kepala Dinas Perhubungan Solo, Hari Prihatno (dok.timlo.net/gg)

Solo —¬†Pemerintah Kota Solo mewanti-wanti perusahaan aplikasi untuk berbagi kendaraan (ride sharing) asal Jerman, Uber agar tidak mengakali regulasi. Dinas Perhubungan Solo khawatir Peraturan Menteri Perhubungan No 32 Tahun 2016 yang mengatur perusahaan aplikasi online disalahgunakan untuk ngompreng.

“Jangan sampai nanti hanya jadi modus saja. Katanya perusahaan rental tapi prakteknya jadi sewa omprengan,” kata Kepala Dinas Perhubungan Solo, Hari Prihatno saat dihubungi Timlo.net, Sabtu (13/5).

Hari menegaskan aturan tentang transportasi umum sudah jelas. Bahkan perusahaan sewa mobil pun harus memiliki izin dari Pemerintah Kota. Izin diterbitkan atas dasar kebutuhan yang diketahui dari perhitungan khusus.

“Sekarang di Solo sudah ada 700-an lebih taksi yang beroperasi dan itu sudah memenuhi kebutuhan. Sudah tidak perlu ditambah lagi,” kata dia.

Hari mengaku sampai saat ini belum ada perwakilan dari Uber maupun rekanannya di Solo yang menemui pihak Dishub Solo. Karena itu ia belum tahu pola kerja yang akan dijalankan Uber maupun rekanannya di Solo. Hari juga belum menentukan sikap pasti terhadap Uber di Solo.

“Makanya kita belum bisa bersikap. Yang jelas seperti yang sudah disampaikan Walikota. Uber harus mengikuti aturan yang ada dan merangkul perusahaan transportasi yang beroperasi di Solo,” kata dia.

Terkait kerja sama Uber dengan Koperasi Jasa Transportasi Usaha Bersama (KJTUB) yang berdomisili di Kartosuro, Sukoharjo, Hari menyatakan pihaknya tidak bisa mengeluarkan izin karena berada di luar wilayahnya.

“Kalau izinnya di Sukoharjo, logikanya mereka tidak boleh beroperasi di Solo. Hanya di Sukoharjo saja,” katanya.

Editor : Marhaendra Wijanarko

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge