0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Pagi Ini, Ratusan Jurnalis Turun ke Jalan

Ilustrasi wartawan dianiaya oknum TNI (dok.merdeka.com)

Timlo.net — Tindakan intimidasi diduga dilakukan anggota Polda Metro Jaya yang merampas dan menghapus seluruh foto di ponsel wartawan, saat penggerebekan di rumah pelaku kejahatan di Palembang mendapat kecaman dari awak media. Rencananya, ratusan jurnalis akan menggelar aksi turun ke jalan.

Koordinator aksi, Muslim mengajak seluruh wartawan di Palembang untuk turut terlibat dalam aksi damai yang bakal digelar di bawah flyover Polda Sumsel, Jumat (12/5) pagi. Awalnya aksi digelar hari ini namun ditunda untuk menghormati Hari Raya Waisak.

“Aksi ini sebagai bentuk solidaritas media di Palembang yang mengecam intimidasi polisi terhadap wartawan. Besok akan kita gelar sebagai bentuk kecaman sekaligus sosialisasi,” ungkap Muslim, Kamis (11/5).

Ketua Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Palembang, Ibrahim Arsyad mengatakan, selain unjuk rasa pihaknya berencana melanjutkan kasus itu ke ranah hukum. Sebab tindakan tak terpuji anggota Polda Metro Jaya telah melanggar kebebasan pers yang dilindungi undang-undang.

“Akan kita giring ke jalur hukum, tidak bisa dibiarkan begitu saja agar kasus serupa tidak terulang lagi,” tegasnya.

Sementara itu, Kapolda Sumsel Irjen Pol Agung Budi Maryoto menyambut baik dan mempersilakan para jurnalis yang bakal turun ke jalan. Namun, saat dimintai keterangan terkait insiden itu, Agung enggan berkomentar.

“Kalau ditanyakan, ya tanyakan ke pimpinanya mas,” kata Agung saat dikonfirmasi.

Sebelumnya, penggerebekan rumah milik terduga gembong penipuan online di Palembang oleh anggota Polda Metro Jaya dan Mapolresta Palembang diwarnai insiden intimidasi terhadap jurnalis. Seorang anggota Polda Metro Jaya menghapus semua foto dan video penggerebekan dari handphone wartawan.

Intimidasi tersebut dialami Sri Hidayatun, salah satu wartawan media cetak di Palembang. Peristiwa itu terjadi saat Sri bersama enam wartawan lain sedang melakukan peliputan penggerebekan di sebuah rumah di Jalan Bungaran I, Kelurahan 8 Ulu, Kecamatan Seberang Ulu I, Palembang, Rabu (10/5).

Para wartawan menuju lokasi mengendarai mobil. Lantaran khawatir kehilangan momentum, Sri mengambil foto sekaligus video penggerebekan dari dalam mobil begitu tiba di lokasi.

Ternyata aksinya diketahui salah satu anggota polisi yang mengaku dari Polda Metro Jaya.

“Hei, kamu lagi ngapain, kenapa ambil-ambil foto,” kata Sri menirukan teriakan anggota tersebut.

Sambil tergesa-gesa, anggota yang tidak diketahui namanya itu menuju mobil wartawan dan menghampiri korban yang duduk di bagian depan. Anggota itu langsung merampas HP Sri dan menghapus semua foto dan video penggerebekan.

“Saya turun dari mobil, waktu itulah anggota itu hapus semuanya. Saya tidak bisa apa-apa karena takut,” ujarnya.

[cob]

Sumber : merdeka.com

Editor : Wahyu Wibowo

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge