0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Ijin Insidental, Solusi PO Genjot Income

Ketua Organda Solo, Joko Suprapto (timlo.net/setyo pujis)

Solo – Sejumlah perusahaan otobus di wilayah Solo banyak yang memanfaatkan ijin insidental agar bus umum yang digunakan dapat disewakan menjadi bus pariwisata. Hal itu dilakukan untuk menyiasati sepinya pendapatan yang didapatkan dari jasa angkutan umum.

“Cukup banyak yang memanfaatkan armadanya menjadi bus pariwisata. Karena dengan cara itu dapat meningkatkan income perusahaan,” ujar Ketua Organda Solo, Joko Suprapto kepada wartawan, Kamis (11/5).

Menurut Joko, selama perusahan otobus yang bersangkutan melengkapi ijin yang diperlukan,  tidak ada persoalan apabila bus umum tersebut beroperasi menjadi bus pariwisata. Karena secara regulasi juga diatur mengenai perubahan fungsi tersebut.

“Sejauh ini tidak ada laporan bus umum yang menjadi bus pariwisata beroperasi secara ilegal. Karena selama mengikuti aturan itu sah-sah saja,” jelasnya.

Dari data yang berhasil dihimpun, sedikitnya ada sekitar 77 bus pariwisata di kota Solo. Armada tersebut dimiliki oleh sejumlah perusahan otobus, seperti PT Nabila Mitra W, PT Atmo, PT Rosalia Indah, PT Yess, PT Thania, dan PT Gandhos Abadi.

Sementara itu, Kepala Bidang (Kabid) Angkutan Dishub Solo, Taufiq Muhammad secara terpisah menyampaikan, untuk dapat mengoperasikan bus umum menjadi bus pariwisata perusahaan otobus yang bersangkutan harus mengantongi ijin insidental yang dikeluarkan langsung oleh Direktorat Jenderal Perhubungan Darat Kementrian Perhubungan.

“Selama syarat yang dibutuhkan dipenuhi tidak ada persoalan. Karena pengoperasian bus pariwisata tersebut diatur dalam sejumlah regulasi, dan salah satunya adalah Undang-Undang No 22 tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan,” tandasnya.

Editor : Wahyu Wibowo

Komentar Anda

loading...
KEMBALI KE ATAS badge