0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Pemkot Buka Peluang untuk Uber

Walikota Solo, FX Hadi Rudyatmo (timlo.net/ichsan rosyid)

Solo – Pemerintah Kota Solo membuka peluang untuk Uber beroperasi di Kota Bengawan selama perusahaan aplikasi berbagi kendaraan (ride sharing) itu mematuhi aturan yang berlaku. Walikota menekankan, Uber harus merangkul perusahaan transportasi yang ada di Solo.

“Kalau mobil boleh karena sudah diatur dalam UU No 22 tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan,” kata Walikota Solo, FX Hadi Rudyatmo, Rabu (10/5).

Selain merujuk UU, Rudy juga menyebut Peraturan Menteri Perhubungan No 32 tahun 2016. Peraturan yang baru berlaku 1 April 2017 itu mengatur sejumlah hal baru di bidang transportasi serperti jasa sewa kendaraan dan penyelenggaraan angkutan umum dengan aplikasi berbasis teknologi informasi. Perusahaan aplikasi, termasuk Uber, harus bekerja sama dengan Perusahaan Angkutan Umum yang memiliki izin penyelenggaraan angkutan. Hanya saja, Rudy tidak menganggap perusahaan jasa sewa kendaraan sebagai jasa transportasi yang sah.

“Setahu saya, perusahaan transportasi itu ya bus, taksi, dan angkuta,” kata dia.

Kendati demikian, pihaknya tidak akan melarang Uber bila ingin beroperasi di Solo selama Uber mematuhi peraturan yang ada. ia sendiri mengaku belum mengetahui bahwa Uber sudah mulai mengibarkan bendera di Solo. Sampai saat ini pun, Ruby belum menerima surat dari pihak uber maupun rekanannya yang ada di Solo.

“Belum ada surat. Tidak ada yang bertemu saya juga,” kata dia.

Editor : Wahyu Wibowo

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge