0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Bosan dengan Istri, Roni Cabuli Adik Ipar Hingga Hamil

Kasatreskrim Polresta Solo, Kompol Agus Puryadi (kiri) bersama dengan Kasubaghumas Polresta Solo, AKP Yuliantara P (tengah) sedang memeriksa pelaku pencabulan (khalik)

Solo — Muhammad Syahroni (39) warga Jalan Pangkalan Bungur RT24 Kelurahan Baru, Kecamatan Arus Selatan, Kecamatan Kota Waringin Barat, Kalimantan Tengah ditangkap setelah menghamili adik iparnya. Perbuatan bejat pelaku dilaporkan oleh istrinya berinisial SH (47) lantaran sudah tidak kuat melihat perbuatan laknat yang dilakukan oleh suaminya tersebut.

“Pelaku sempat dihajar warga akibat perbuatan bejat yang mengakibatkan adik iparnya hamil,” kata Kasatreskrim Polresta Solo, Kompol Agus Puryadi, Rabu (10/5) siang.

Perbuatan bejat pelaku dimulai sejak 2014 silam. Waktu itu, korban berinisial YP (15) menginap serumah dengan pelaku dan kakak kandungnya di Kawasan Serengan, Solo. Saat itulah, korban diancam oleh pelaku akan dipulangkan ke kampung halamannya di Kalimantan Tengah jika tidak melayani nafsu pelaku. Korban yang takut dengan ancaman akhirnya terpaksa melayaninya.

“Korban diancam akan dipulangkan. Karena takut, akhirnya korban terpaksa melayani nafsu bejatnya,” jelas Kasat.

Seiring berjalannya waktu, istri pelaku yang mengetahui perbuatan bejat itu tidak tahan. Apalagi, pelaku selalu ringan tangan jika istrinya tidak melayani nafsu birahinya. Saat itulah, sang istri melaporkan perbuatan bejat itu ke polisi.

“Apalagi, korban juga sudah hamil delapan bulan. Sehingga, kesabaran sang istri kepada suaminya tersebut sudah habis,” jelas Kasat.

Saat pelaku tahu telah dilaporkan, dia mencoba melarikan diri ke Kawasan Yogjakarta. Namun, pada Sabtu (8/5) kemarin pelaku kehabisan uang dan pulang ke rumahnya di Serengan. Saat itulah, keluarga korban mengetahui dan langsung menghajar pelaku yang pulang ke rumah.

“Warga yang mengetahui hal tersebut melapor, dan kami mengamankan pelaku untuk mempertanggung jawabkan perbuatannya,” kata Kasat.

Dari pengakuan pelaku, dia nekat melakukan perbuatan bejat tersebut lantaran sudah bosan dengan istrinya. Saat itulah, adik ipar atau adik kandung korban menginap dirumahnya.

“Saya tergoda, lalu menyetubuhinya,” kata pelaku tertunduk malu.

Akibat perbuatannya, pelaku dijerat dengan Pasal 81 No.23/2002 tentang Undang-undang Perlindungan Anak (UUPA) dan Pasal 47 No.23 tahun 2004 tentang Undang-undang Perlindungan Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT).

Editor : Wahyu Wibowo

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge