0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

GP Ansor Rapatkan Barisan, Pancasila Tak Boleh Diganti

Apel GP Anshor di Bandung (dok.merdeka.com)

Timlo.net — Ketua Umum GP Ansor Yaqut Cholil menegaskan, pihaknya siap membantu TNI/Polri dalam menghadapi pihak-pihak yang ingin memecah belah bangsa. Dengan kekuatan 1,7 juta kader Ansor di seluruh Tanah Air, pihaknya akan turut serta menyadarkan masyarakat akan pentingnya menjaga keutuhan NKRI.

“Kami rapatkan barisan. Ancaman ini bukan main-main, bagi mereka punya agenda mengganti Pancasila dengan ideologi lain, dalam apel ini-lah tekad kami untuk menguatkan NKRI. Pancasila tidak boleh diganti dengan ideologi mana pun,” katanya Yaqut.

Yaqut menyampaikannya usai menghadiri apel kebangsaan yang dipusatkan di Monumen Perjuangan (Monju) Kota Bandung, Rabu (10/5) pagi. Apel itu juga bertepatan dengan hari lahir ke-83 GP Ansor. Apel juga dihadiri langsung Kapolda Jabar Irjen Pol Anton Charliyan, Pangdam III/ Siliwangi Mayjen M Herindra. Ada lima ribu kader Ansor dan Banser yang turut dalam apel.

Kapolda melanjutkan, peran serta seluruh pihak sangat penting untuk tetap menjaga keutuhan NKRI. Dengan terus bermunculan kelompok-kelompok yang merongrong kesatuan bangsa dan ideologi Pancasila, kegiatan-kegiatan dan selalu hadirnya Ansor seperti inilah membuat NKRI tetap utuh sampai sekarang.

“Pendekatan-pendekatan kepada seluruh elemen ini adalah guna terpeliharanya situasi Kamtibmas yang kondusif dan demi terciptanya rasa aman di masyarakat serta untuk melindungi hak asasi manusia. Tanpa bantuan semua pihak dari para ulama keagamaan ormas Islam dan khususon ansor Banser PBNU kami bekerja tidak akan maksimal,” imbuh Anton.

Pihaknya akan menindak siapa pun yang ingin mengganti ideologi negara saat ini. “Hargai pluralisme. Tidak ideologi lain, hanya Pancasila dan Undang-Undang Dasar 1945,” katanya.

Pangdam III Siliwangi menambahkan, saat ini bangsa tengah menghadapi ancaman baik fisik mau pun non-fisik. Selain dari pihak yang ingin mengganti ideologi, ancaman pun muncul dari pihak yang ingin memecah belah.

“Membenturkan keberagaman melalui penyebaran hoax, ini mengakibatkan kerawanan sosial. Jika tak diredam, akan timbul konflik fisik dan perpecahan bangsa,” kata Pangdam.

Oleh karena itu, kata dia, perlu peran serta seluruh pihak untuk bersama-sama menghadapi pelaku tersebut. “Selalu waspada terhadap semua perkembangan situasi dan kondisi yang mengarah ke perpecahan,” katanya.

Namun, Pangdam meminta agar tetap mengedepankan hukum dalam mengatasi ancaman tersebut. “Laporkan segera jika menjumpai hal-hal tersebut, seawal mungkin. Jangan main hakim sendiri, karena bukan meredam, malah memperkeruh situasi,” tegasnya. [rhm]

Sumber: merdeka.com

Editor : Marhaendra Wijanarko

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge