0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Satu Korban Kekerasan Diksar Linglung

Peserta diksar maut berfoto bersama di jeda rekonstruksi kasusnya di Tawangmangu (MG001)

Karanganyar — Polres Karanganyar menjamin proses penyidikan kasus dugaan kekerasan diksar mapala UII jilid II memenuhi kaidah hukum yang berlaku. Penyidik tak akan mengesampingkan kondisi para korban yang ternyata belum sepenuhnya pulih. Bahkan salah satunya berinisial F menderita tekanan jiwa. Ia saat ini masih dirawat jalan di RS JIH.

“LPSK (Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban) menginformasikan F linglung. Kami mengerti dengan kondisinya. Kami juga menjamin penanganan kasus ini dilakukan sebaik-baiknya sesuai aturan hukum yang berlaku,” kata Kapolres Karanganyar AKBP Ade Safri Simanjuntak kepada wartawan usai gelar internal kasus tersebut di Mapolres, Selasa (9/5).

F merupakan salah satu peserta diksar yang menjadi korban kekerasan senior mapala. Polisi akan meminta pihak rumah sakit mengambil visum at repertum (VER) pemuda ini untuk mengetahui pemicu dirinya menderita gangguan psikologis usai menjalani diksar di Tlogodringo, Gondosuli, Tawangmangu.

Lebih lanjut dikatakan, Polres menyiapkan 35 penyidik kasus itu untuk memeriksa keterangan enam tersangka yakni DK alias J, NAI alias K, HS alias G, TN alias M, RF alias K dan TAR alias R.  Para tersangka memiliki andil menganiaya tiga korban tewas dan melukai 34 peserta diksar.

Editor : Wahyu Wibowo

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge