0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Rusia Tawarkan Bangun PLTN, Indonesia Masih Pikir-pikir

(merdeka.com)

Timlo.net – Perusahaan nuklir asal Rusia berniat untuk mengembangkan Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir (PLTN) di Indonesia. Namun, pemerintah Indonesia sendiri belum siap dan perlu melakukan sosialisasi ke masyarakat.

Bahas soal rencana tersebut, Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Panjaitan bertemu dengan Rusatom State Atomic Energy Corporation dan didampingi Wakil Menteri Sumber Daya Mineral Arcandra Tahar di kantornya, Jakarta, Selasa (9/5).

“Iya mau untuk nuclear power plant. Tapi kita bilang, kita ini belum siap, sosialisasi ke masyarakat. Jadi butuh waktu untuk itu,” ungkap Luhut.

Mantan Kepala Staf Kepresidenan ini mengatakan, Rusatom mengusulkan beberapa tempat yang layak untuk dijadikan lokasi pembangunan PLTN. Adapun, alasan pemilihan tempat-tempat tersebut karena tidak adanya bahaya gempa bumi, seperti Bangka dan Kalimantan Timur.

“Ada mereka usulin dan memang itu yang cocok di pulau-pulau yang tidak ada gempa bumi lah, seperti Bangka, Kalimantan Timur kayak gitu-gitu,” kata Luhut.

Namun, katanya, pemerintah masih melakukan kajian terhadap tawaran ini. “Semua kan dikaji dulu, dan kalaupun iya itu butuh sepuluh tahun prosesnya,” tukasnya.

Sementara itu, Wakil Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Arcandra Tahar mengatakan yang menjadi pertimbangan utama bagi pemerintah dalam mengkaji tawaran Rusia tersebut adalah aspek penerimaan masyarakat atau public acceptance.

“Kita lihat apakah masyarakat kita sudah siap dengan nuklir. Yang terutama itu adalah public acceptance, penerimaan publik terhadap nuklir,” ungkapnya.

Selain aspek penerimaan publik, pemerintah juga mempertimbangkan aspek permintaan atau demand yang ada. Menurutnya, jumlah tenaga yang dihasilkan PLTN mesti berbanding lurus dengan jumlah pengguna.

“Pertanyaannya, kalau Bangka Belitung itu demand-nya dimana, kalau Kalimantan Timur dimana, bangun nuklir ini kan enggak mungkin 100 MW. Harus kita carikan demandnya seperti apa,” jelas dia.

[sau]

Sumber: merdeka.com

Editor : Dhefi Nugroho

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge