0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Tersinggung Dibully di Medsos, Dewan Panggil Dokter RSUD

(ist)

Sragen – Lantaran merasa tersinggung dengan pernyataan salah satu dokter RSUD dr Soehadi Prijonegoro Sragen yang melontarkan kata-kata pedas di media sosial, DPRD Sragen memanggil dokter tersebut untuk memberikan penjelasan. Sayangnya Dian Ika Putri, dokter tersebut tidak memenuhi panggilan, tapi malah justru mewakilkan pada atasannya.

“Pernyataan dia di facebook sudah menyebut bapak-bapak anggota dewan yang terhormat. Maksudnya apa? Kalau sudah nyebut dewan itu berarti sudah lembaga. Apalagi dia adalah seorang PNS,” kata Wakil Ketua DPRD Sragen, Bambang Widjo Purwanto, Senin (8/5).

Dalam pertemuan dengan Komisi IV DPRD Sragen tersebut harusnya menghadirkan dr Dian Ika Putri sebagai pihak yang dipanggil untuk dimintai keterangan. Namun yang hadir justeru Wakil Direktur Umum RSUD dr Soehadi Prijonegoro dr Udayanti dan Kabid Pelayanan Kesehatan dr Sri Herawati.

Bambang menyatakan, pihaknya merasa tersinggung dengan tulisan Dian Ika Putri di facebook terkait pernyataan Anggota Komisi IV Fathurrahman di salah satu media tentang lambannya penanganan persalinan, sehingga menyebabkan angka kematian ibu dan anak (AKI) tinggi. Akibat tulisan tersebut dewan mendapat tanggapan pedas dari netizen (pemakai internet).

Menurut Bambang, apa yang dilakukan Fathurrahman sebagai anggota Komisi IV adalah bagian dari fungsi pengawasan DPRD. Apalagi Dian Ika Putri itu kedudukannya sebagai PNS. Kalau memang ada  PNS yang tersinggung dengan pernyataan legislator, berarti dia menolak untuk diawasi.

“Ini adalah seorang PNS. Berarti dia khan tidak mau diawasi. Kalau nggak mau diawasi ya jangan jadi PNS. Jangan mengunggah itu di medsos, semua ada aturannya, ada undang-undang dan ada kode etik kedokteran. Karena apa yang kami temukan di lapangan itu memang pekerjaan kami,” papar Bambang Widjo Purwanto.

Berikut tulisan Dian Ika Putri yang diunggah di facebook miliknya pada tanggal 5 Mei 2017, pukul 10.25 WIB; “Mohon kasus AKI tidak digunakan untuk suatu alat pencitraan, dan mohon bapak dewan yang terhormat, jika diduga anda tidak mengetahui kondisi di lapangan, saya harap anda tidak membuat statement yang membuka peluang konfrontasi antara pptk1-pptk2 dan BPJS!”

Editor : Wahyu Wibowo

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge