0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Jalani Rekonstruksi, Andi Lala cs Jadi Incaran Amuk Warga

Rekonstruksi pembunuhan sekeluarga di Medan (merdeka.com)

Timlo.net – Polisi menggelar rekonstruksi kasus pembunuhan sekeluarga di Mabar, Medan, Senin (8/5). Tersangka Andi Lala dan kawan-kawan melakukan 48 dari 50 adegan reka ulang.

“Ada dua adegan yang tidak jadi dilakukan, karena situasinya tidak memungkinkan. Kita lihat tadi massa ingin menyerang para tersangka. Adegan itu akan dilakukan di Polda Sumut,” kata AKBP Faisal Napitupulu, Kasubdit III/Jatanras Ditreskrimum Polda Sumut.

Adegan yang ditiadakan yaitu adegan 12 dan 13 saat Andi Lala mengambil sebatang besi ke mobil yang diparkir di depan gang rumah korban. Para tersangka, yaitu Andi Lala (37) dan Roni Anggara (21) harus memakai kursi roda, sedangkan Andi Saputra mengenakan tongkat. Dengan kondisi itu, Andi Lala tidak memungkinkan kembali ke mobil karena sepanjang gang memang dipadati warga yang terus meneriaki pelaku.

Adegan yang dilakoni Andi Lala, Roni dan Andi Saputra di antaranya mereka datang bertamu ke rumah Rianto. Mereka langsung disambut tuan rumah di depan teras.

Selanjutnya Andi Lala dan Rianto masuk ke rumah. Sementara Roni duduk di ayunan, sedangkan Andi Saputra duduk di bangku yang ada di teras.

Belakangan Andi Lala melakukan aksi pembunuhan di dalam rumah korban. Dia terpantau menghantamkan potongan besi ke kepala sejumlah korban di dalam kamar. Penyidik menggunakan manekin untuk pengganti korban pembunuhan.

Usai melakukan pembunuhan, pelaku juga membawa sepeda motor korban dari garasi. Saat Andi Lala, Roni dan Andi Saputra bergerak kembali ke mobil di depan gang, suasana menjadi tidak kondusif. Warga terus berteriak dan merangsek maju serta coba memukul ketiga pelaku yang dikawal ketat petugas kepolisian.

Bahkan, Roni Agara yang berada paling depan sempat dilempar dengan kemasan air mineral. Dia tampak terkejut saat benda itu menghantam kepalanya.

Rekonstruksi ini dihadiri jaksa penuntut umum (JPU) dan penasihat hukum para tersangka.

“Rekonstruksi ini kita gelar untuk membuktikan tindak pidana yang dilakukan para tersangka,” jelas Faisal.

Tidak ada penambahan atau koreksi adegan yang dilakukan. Seluruh reka ulang sesuai dengan berita acara pemeriksaan.

[rhm]

Sumber: merdeka.com

Editor : Dhefi Nugroho

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge