0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Kisah Tahanan Harus Bayar Rp 2 juta Agar Bisa Tidur Layak

Rumah Tahanan Klas IIB Kota Pekanbaru, Riau (merdeka.com)

Timlo.net – Cerita dugaan kasus pungutan liar oleh petugas Rutan Sialang Bungkuk Pekanbaru membuat miris. Seperti halnya yang dialami Susanti, yang anaknya ditahan di rutan itu. Ceritanya itu sekaligus membongkar praktik nakal petugas rutan Sialang Bungkuk.

Dia menuturkan, keluarga harus membayar Rp 2 juta untuk mendapatkan kamar tidur bagi anaknya yang bernama Reza. Hatinya teriris mendengar nasib anaknya di balik jeruji besi.

“Kemarin anak saya telepon, katanya tidur di kamar mandi karena tidak bayar Rp 2 juta. Kalau mau dapat kamar ya harus bayar,” kata Susanti sambil menghapus air matanya.

Susanti melanjutkan, uang itu sebagai syarat bagi narapidana dan tahanan yang mau mendapatkan tempat tidur lebih layak.

“Petugas rutan bilang ke anak saya, kamar harus bayar Rp 2 juta, saya tidak punya uang sebanyak itu. Karena saya kerja hanya sendiri untuk mencukupi kehidupan keluarga,” kata Susanti.

Reza merupakan narapidana kasus penjambretan yang divonis hakim selama 2 tahun penjara. Dia ikut kabur bersama ratusan napi dan tahanan Rutan Sialang Bungkuk setelah bentrok dengan sipir penjaga.

Bukan hanya Reza, tarif tersebut berlaku untuk semua napi dan tahanan. Hal itu yang menyebabkan ratusan tahanan unjuk rasa dan kabur dari rutan. Sekarang Reza dipindahkan ke Lapas Pasir Pengarayan Kabupaten Rokan Hulu. Jarak tempuh dari Pekanbaru mencapai 5 jam.

“Saya ingin jumpa petugas Rutan agar anak saya dikembalikan saja ke Rutan sini,” ucap Susanti.

[noe]

Sumber: merdeka.com

Editor : Dhefi Nugroho

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge