0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Ginda: Pasoepati Pulang ke Solo dengan Selamat

Ribuan Pasoepati memadati jalur Imogiri-Panggang saat pulang ke Solo dadi Bantul, Minggu (7/5) malam. (foto: Aryo)

Solo – Sempat mendapat situasi tak kondusif dalam kepulangan ke Solo, suporter fanatik Persis, Pasoepati telah kembali ke Solo dengan selamat, Minggu (7/5) malam. Hal ini disampaikan oleh wakil Presiden Pasoepati, Ginda Ferachtriawan, saat dihubungi timlo.net.

“Alhamdulillah sudah masuk Solo dengan selamat, meski memang sempat mendapat gangguan dari oknum suporter lain. Ya ibarat kata cah lanang mulih wengi. Rombongan besar sudah tiba di Solo,” ujar Ginda.

Sebelumnya, sekitar dua ribuan Pasoepati menyambangi Stadion Sultan Agung, Bantul untuk mendukung tim kesayangannya bermain melawan Persiba Bantul, Minggu sore. Namun saat pulang menuju Solo, rombongan Pasoepati yang didominasi kendaraan roda dua, harus dialihkan jalur pulangnya oleh aparat keamanan.

Alhasil para fans Persis pun dikawal oleh aparat dengan rute Gunung Kidul via Wonosari dan masuk Klaten. Jalur tersebut harus ditempuh Pasoepati untuk kembali ke Solo, demi menghindari bentrokan dengan oknum suporter yang diduga dari Yogyakarta dalam perjalanan.

Pihak keamanan dari Polres Bantul dan Gunung Kidul pun bekerja ekstra dalam mengawal kepulangan Pasoepati. Di tiap-tiap gang dijaga aparat keamanan, termasuk menjadi penunjuk arah kepulangan suporter Pasoepati ke Solo.

Sementara pada saat keberangkatan, Pasoepati berangkat ke Bantul Minggu siang dengan menggunakan jalur Prambanan-Piyungan-Berbah-Bantul. Namun kabarnya rombongan Pasoepati mendapat gangguan berupa ranjau paku.

“Kabar yang saya tahu memang ada upaya penyerangan dari oknum suporter lain. Namun bentrok dengan aparat, bukan dengan anggota kami,” tandas Ginda.

Sekitar dua ribuan Pasoepati tanpa atribut datang untuk menyaksikan langsung Persis Solo menahan imbang Persiba Bantul 1-1 di Stadion Sultan Agung, Minggu sore. Sebelumnya, fans Persis Solo ini dihimbau untuk tidak nekat datang ke Bantul, karena hubungan yang tak harmonis dengan suporter PSIM Yogyakarta, Brajamusti.

Editor : Dhefi Nugroho

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge