0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Sisa Napi yang Masih Buron Diminta Serahkan Diri

Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Yasonna H Laoly saat menggelar jumpa pers (merdeka.com)

Timlo.net – Sebanyak 448 narapidana dan tahanan kabur dari Rutan Sialang Bungkuk, Pekanbaru pada Jumat (5/5) kemarin. Dari jumlah itu, tersisa 179 napi yang kini masih buron.

Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Yasonna H Laoly menyesalkan peristiwa tersebut. Dia mengaku sudah mendengar semua keluhan dari para napi dan tahanan. Beberapa di antaranya seperti para napi dibiarkan dalam ruang yang sempit untuk diperas.

“Jadi dari ratusan napi dan tahanan yang kabur sebagian ditangkap polisi dan warga, sebagian lagi menyerahkan diri,” kata Yasonna di Rutan Sialang Bungkuk Pekanbaru, Minggu (7/5).

Yasonna meminta kepada para napi dan tahanan yang belum ditangkap agar menyerahkan diri secara baik-baik kepada polisi. Pihak keluarga napi juga diminta berkoordinasi dengan polisi jika menemukan napi untuk diserahkan.

“Dari pada ditangkap, dari pada dikejar polisi, lebih baik menyerahkan diri. Saya sudah dengar keluhan dari mereka (tahanan) dan saya sudah minta pak Kapolda Riau untuk melakukan penyidikan. Agar petugas Rutan ditaruh di sini (dipenjara) biar tahu rasa juga,” kata Yasonna.

Yasonna tak menampik adanya kesengajaan yang dilakukan petugas sipir Rutan Sialang Bungkuk meletakkan para napi dan tahanan ke ruang yang sempit. Kemudian para petugas sipir memanfaatkan itu untuk melakukan pemerasan jika napi ingin ke ruangan yang luas dengan syarat membayar sejumlah uang.

“Betul-betul ada perbuatan yang sangat tidak bertanggung jawab. Ada pemerasan, sengaja dibiarkan keadaan yang begitu padat dalam ruangan tertentu untuk diperas,” ujar Yasonna.

Yasonna ingin polisi memberikan pelajaran kepada petugas sipir yang melakukan pemerasan agar dipenjara seperti napi yang diperasnya. Namun begitu Yasonna berharap polisi bisa bekerja cepat untuk mengumpulkan bukti pemerasan tersebut.

“Tidak ada toleransi, tak bisa hanya sebatas sanksi administrasi. Pak Kapolda saya minta disidik secara pidana petugas-petugas yang meminta uang kepada napi. Mudah-mudahan cukup bukti nanti, kita harap cukup bukti,” kata Yasonna.

Dia menyerahkan sepenuhnya kepada polisi dalam menindaklanjuti proses hukum jika para petugas Rutan Sialang Bungkuk yang terbukti melakukan tindak pidana pemerasan terhadap napi.

“Nanti terserah pak polisi bagaimana caranya, biar tahu rasa mereka. Nanti jika cukup bukti ditaruh juga mereka (petugas rutan) di dalam biar tahu bagaimana rasanya dipenjara,” tegas Yasonna.

[bal]

Sumber: merdeka.com

Editor : Dhefi Nugroho

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge