0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Unjuk Kebolehan Dua Maestro di Festival Gamelan

Festival Gamelan (foto: Rosyid)

Solo – Riuh rendah penonton mendadak hilang saat suara gamelan ditabuh. Konsentrasi mereka terpaku ke panggung. Enam komposisi gamelan sukses memukau ratusan penonton yang memadati Benteng Vastenburg di gelaran Festival Gamelan 2017, Sabtu (7/5) malam. Sejak 19.00 WIB hingga tengah malam, penonton larut dalam alunan gamelan berpadu musik modern nan rancak.

“Kita menyajikan dua maestro gamelan asli Solo yaitu Dwi Priyo Sumarto dan Lukas Danasmoro,” kata Kepala Dinas Kebudayaan, Sis Ismiyati di sela acara.

Masing-masing membawakan tiga komposisi. Priyo menyajikan karyanya, “Sigrak sanggit”, “Akulah indonesia”, serta “Manunggal”. Sedangkan Lukas menampilkan “Nyanyian Negeri”, “Sangkakala”, dan “Indonesia Jaya”.

Meski sama-sama menimba ilmu dari Institut Seni Indonesia (ISI) Solo, dua komposer gamelan itu memiliki karakter berbeda. Nampak jelas dari karya yang disajikan saat pertunjukan.

Priyo yang memiliki dasar musik kontemporer menyajikan komposisi yang segar dengan memasukkan rebana, puisi, dan dua rapper dalam komposisinya.

Sementara Lukas yang lebih dominan di musik tradisional berhasil meracik tiga gamelan dengan karakter berbeda dengan apik. Tak kalah atraktif, ia memasukkan unsur terompet dan gitar listrik untuk menarik generasi muda.

“Kita berharap dengan adanya acara ini, gamelan bisa lebih merakyat. Buktinya, generasi muda juga bisa menikmati musik gamelan,” kata Ismi.

Editor : Dhefi Nugroho

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge