0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

TimloMagz

Menikmati Jadi Single Fighter

(foto: David)

Timlo.net – Sebelum sukses berbisnis, Dyah Tri Mustikaningsih sempat bekerja menjadi karyawan di berbagai perusahan, di antaranya perusahaan suplemen tulang, spare part kendaraan, perbankan, hotel, provider dan masih beberapa lagi. Namun karena jenuh, akhirnya ia memutuskan banting setir dengan membuat sebuah usaha secara mandiri.

“Terakhir menjadi karyawan, saya bekerja di Indosat dengan posisi Marketing Corporation. Pada tahun 2015 saya putuskan untuk resign dan memilih fokus menggeluti usaha sendiri,” ujarnya, saat berbincang dengan Timlo.net belum lama ini.

Menjadi seorang pengusaha, ia akui sebenarnya bukanlah jalan mudah. Karena berkembang atau tidaknya usaha tersebut, tergantung dari cara pengelolaan yang dilakukan.

“Jadi kesimpulannya kalau ingin bekerja santai pendapatannya juga santai. Dan sebaliknya, kalau ingin mengubah nasib menjadi lebih baik, tentu harus bekerja keras dan disiplin,” jelasnya.

Faktanya, Dyah saat ini berhasil membangun dan mengembangkan berbagai bidang usaha. Di antaranya koperasi, café hingga pijat refleksi yang tersebar di berbagai kota seperti di Solo, Sukoharjo dan Yogyakarta.

Semua bisnis itu ditangani sendirian, yang bagi Dyah tidak ada kesulitan, meski sebagai single parent dia juga harus mengurusi dua orang anaknya.

“Sempat ada teman yang mengatakan, semuanya kok diurusi sendiri emang uangnya buat apa cik?. Namun saya hanya tersenyum saja, karena bagi saya ini masih belum seberapa dan masih bisa untuk dihandle sendiri,” terangnya.

Sejak bercerai sekitar sembilan tahun yang lalu, Dyah justru bersemangat untuk dapat berjuang dalam memenuhi semua kebutuhan yang diperlukan anak-anaknya.

“Kelak, saya ingin membangun perusahaan keluarga, dengan harapan nanti dapat dikelola oleh anak-anak,” katanya.

Menjadi perempuan mandiri, ulet dan kreatif menurut Dyah adalah sebuah prinsip hidup. Tidak hanya teori, pelajaran tentang hal itu sudah ia dapatkan sejak duduk dibangku sekolah. Pasalnya sebagai anak tunggal, dirinya

mengaku sejak kecil sudah sering ditinggal bapaknya bekerja di luar kota, dan setelah lulus sekolah ia menjadi seorang yatim piatu karena orangtuanya meninggal lantaran terserang penyakit.

“Sebelum orangtua saya meninggal, mereka selalu pesan kepada saya supaya dapat menjadi perempuan yang mandiri. Jangan hanya mengandalkan kepada suami, tapi harus bisa mencari nafkah dan berbisnis sendiri,” ungkapnya.

Editor : Dhefi Nugroho

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge