0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Ungkap Kasus Novel Baswedan, Polisi Butuh ’Luck’

Jenderal Tito Karnavian bersama jajarannya (merdeka.com)

Timlo.net — Penyelidikan kasus penyiraman air keras terhadap penyidik senior KPK, Novel Baswedan terus berlanjut. Sejak awal kasus ini mencuat, masyarakat menunggu kepastian siapa pelaku dan sutradara di balik tindakan keji itu.

Aparat Polda Metro Jaya yang menangani kasus ini terus berkerja, sudah hampir sebulan. Sayangnya, belum juga nampak aparat kepolisian telah menemukan pelaku yang menyerang penyidik komisi antirasuah tersebut.

Kapolri Jenderal Pol Tito Karnavian mengatakan untuk kepentingan penyidikan telah dibentuk tim. Namun Tito mengakui bahwa dalam proses penyelidikan ini faktor keberuntungan amat berpengaruh. Sebab pelaku tidak diketahui.

“Timnya sudah dibelah-belah. Ditangani Polda, di-back up Mabes Polri. Mudah-mudahan saja bisa keungkap, karena faktor ‘luck’ sangat menentukan dalam penanganan kasus yang tersangkanya tidak diketahui, faktor keberuntungan sangat penting,” ungkapnya di Taman Makam Pahlawan Kalibata, Jakarta Selatan, Sabtu (6/5).

Lebih jauh, dia mengatakan dalam penyelidikan kasus Novel Baswedan, aparat kepolisian menggunakan dua metode, yakin induktif dan deduktif.

“Ada beberapa metode. Ada namanya metode induktif, bergerak dari TKP, berusaha mengembangkan keluar,” katanya.

Selain bergerak dari TKP, pihak kepolisian akan pula mengumpulkan informasi dari luar untuk menemukan motif pelaku. Polisi juga akan mendalami potensi-potensi yang menyebabkan terjadinya penyerangan tersebut.

“Yang kedua, dari luar. Motif, siapa-siapa yang punya potensi tidak suka dengan korban, baik masalah pribadi, konflik dia dengan orang lain, atau dengan pekerjaan, kita dalami. Itu namanya metode deduktif,” tuturnya.

[dan]

Sumber : merdeka.com

Editor : Wahyu Wibowo

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge