0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Minim Data, Polisi Gunakan Insting dan Naluri

Tahanan Rutan Pekanbaru berhasil dibekuk (dok.merdeka.com)

Timlo.net — Sekitar 250 tahanan kabur dari Rutan Klas IIB Sialang Bungkuk, Kota Pekanbaru, Provinsi Riau, kemarin. Data jumlah tahanan kabur dan yang berhasil ditangkap kembali masih simpang siur. Pihak rutan belum mengeluarkan data mengenai jumlah maupun identitas tahanan. Polisi menyebut sudah 200 tahanan yang berhasil ditangkap kembali.

Minimnya data membuat polisi hanya mengandalkan naluri dan insting untuk menangkap kembali para tahanan.

“Kita sebenarnya buta karena tidak ada data tahanan yang kabur. Namun, karena polisi sudah terlatih menangani ini, kita gunakan naluri dan insting,” kata Kepala Kepolisian Resor Kota Pekanbaru Kombes Pol Susanto di kompleks Rutan Klas IIB di Jl. Sialang Bungkuk, Pekanbaru, Sabtu (6/5).

Dia menjelaskan, anggota polisi sudah terbiasa mengidentifikasi tahanan kabur. Susanto membeberkan caranya.

“Insting dari polisi akan bisa melihat tahanan yang kabur itu biasanya mereka panik, tidak pakai sandal, tidak ada KTP. Polisi juga banyak dibantu informasi dari warga,” kata Susanto menjelaskan cara kerja polisi dalam memburu para tahanan.

Setelah itu polisi melakukan pengecek silang kepada pihak Rutan dan tahanan yang tidak kabur untuk memastikan yang ditangkap benar tahanan.

“Supaya jangan sampai salah tangkap,” katanya.

Kaburnya ratusan tahanan dipicu permasalahan buruknya pelayanan di rutan. Rutan kelebihan kapasitas penghuni karena yang seharusnya hanya bisa menampung 361 tahanan namun kenyataannya berisi 1.870 orang. Dalam satu sel yang seharusnya hanya 10-15 orang namun diisi 30 orang. Mereka akhirnya membuat kericuhan dan mendobrak pintu setinggi tiga meter bagian samping kanan rutan, lalu kabur.

[noe]

Sumber : merdeka.com

Editor : Wahyu Wibowo

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge