0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Ijin Ditolak, 550 Unit Perumahan Jeruk Sawit Terancam Batal Bangun

Ketua REI Soloraya Anthony Abadi Hendro P (timlo.net/setyo pujis)

Solo – Asosiasi pengembang perumahan Real Estate Indonesia (REI) keluhkan keputusan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Karanganyar yang menolak penerbitan ijin lokasi yang diajukan pengembang untuk pembangunan perumahan di kawasan Jeruk Sawit. Pasalnya dengan adanya penolakan ijin lokasi tersebut, dianggap kontra produktif dengan kebijakan pemerintah pusat dalam program satu juta rumah untuk masyarakat berpenghasilan rendah (MBR).

“Kita tidak tahu dasar penolakan yang digunakan itu apa. Karena semua berkas persyaratan yang diperlukan sudah kita lengkapi,” ujar Ketua Real Estate Indonesia (REI) Komda Soloraya Anthony Abadi Hendro P kepada wartawan, Jumat (5/5).

Dirinya mengatakan, penolakan pemberian ijin tersebut dianggap kurang berdasar. Pasalnya Badan Pertanahan Nasional (BPN) Karanganyar sudah mengeluarkan rekomendasi rencana pembangunan perumahan tersebut.

“Tidak hanya BPN, bahkan Badan Pelestarian Situs Manusia Purba Sangiran, juga telah memberi penjelasan bahwa kawasan Jeruksawit bukanlah termasuk dalam area situs manusia purba Sangiran,” jelasnya.

Dengan adanya penolakan ijin itu, lanjut Anthony, rencana pembangunan 550 unit perumahan di lokasi tersebut terancam batal. Dan efek negatif yang ditimbulkan akan justru menyulitkan kalangan masyarakat berpenghasilan rendah dalam mendapatkan hunian yang murah.

“Kalau pembangunan ini batal, efek yang ditimbulkan tentu akan sangat banyak. Baik menghambat program satu juta rumah dari pemerintah, harga perumahan yang terus melambung setiap tahun, dan komponen lainnya,” tandas dia.

Dirinya berharap, keputusan sepihak yang dilakukan oleh pemkab Karanganyar dapat dilakukan pengkajian ulang. Hal itu melihat efek negatif yang akan ditimbulkan.

Editor : Wahyu Wibowo

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge