0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Kemen PUPR Kaji Usulan Tiga Jalur Flyover Manahan

Gambar rancangan flyover Manahan (dok.timlo.net/red)

Solo — Terkait usulan Pemerintah Kota (Pemkot) Solo soal pembangunan tiga jalur flyover Manahan belum ada kepastian jawaban dari Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (Kemen PUPR). Kasi Pembangunan Jalan dan Jembatan DPUPR Solo Joko Supriyanto mengatakan, hingga saat ini belum ada kepastian yang disampaikan kepada DPUPR terkait rencana final pembangunan flyover.

“Rencannya dibangun sesuai basic design, yakni hanya dua lajur di ruas Jl dr Moewardi menuju ke arah Manahan. Padahal Dishub (Dinas Perhubungan) Kota Solo telah mengusulkan agar flyover dibangun tiga lajur di ruas Jl dr Moewardi menuju ke arah Manahan,” kata Joko Supriyanto kepada Timlo.net, Jumat (5/5).

Berdasarkan hasil kajian Dishub, lanjut dia. Arus lalu lintas dari Jl LU Adisucipto menuju ke Jl dr Moewardi dan kendaraan dari Jl MT Haryono ke Jl dr Moewardi diperkirakan akan menumpuk di jalur masuk flyover arah Jl dr Moewardi. Jika flyover tetap dibuat dua lajur, pihak DPUPR juga sepakat jika flyover dibangun tiga lajur di ruas Jl dr Moewardi menuju ke arah Manahan. Pihaknya juga sudah menyampaikan usulan tersebut kepada Kemen PUPR melalui Puslitbang Jalan dan Jembatan (Pusjatan) termasuk Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional VII Semarang.

“Kami sudah sampaikan usulan pembuatan tiga lajur untuk menghindari titik konflik di flyover. Tanggapan mereka, akan dikaji usulan tersebut karena mereka juga  butuh beberapa pertimbangan. Otomatis pembiayaan jadi lebih besar jika dibuat tiga lajur,” tutur Joko.

Sementara itu, Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Hari Prihatno mengatakan. Idealnya flyover dibangun satu lajur untuk kendaraan dari selatan Jl dr Moewardi ke Jl LU Adisucipto. Serta dua lajur dari utara (Jl LU Adisucipto dan Jl MT Haryono) ke Jl dr Moewardi.

“Desain awalnya hanya dua jalur, satu jalur untuk kendaraan dari arah utara ke selatan dan satu jalur lain untuk kendaraan dari arah sebaliknya. Kalau tidak dirubah, kendaraan dari arah utara lebih ramai dibanding dari arah selatan,” kata Hari.

Editor : Marhaendra Wijanarko

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge