0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Cemari Laut, Perusahaan Minyak Asing Digugat Pemerintah

ilustrasi ()

Timlo.net – Ledakan di kilang minyak Montara diklaim merusak perairan Laut Timor, Nusa Tenggara Timur (NTT). Atas kejadian itu, Kementerian Koordinator bidang Kemaritiman resmi mengajukan gugatan.

Deputi I Bidang Koordinasi Kedaulatan Maritim, Arif Hanav Oegroseno mengatakan, pemerintah menuntut penggantian rugi atas kerusakan lingkungan akibat pencemaran minyak sebesar Rp 27,4 triliun. Jumlah tersebut untuk memperbaiki kerugian kerusakan lingkungan dan biaya pemulihan kerusakan lingkungan.

“Ini merupakan satu upaya mencari keadilan atas tumpahan minyak PTTEP di Montara yang terjadi 21 agustus 2009. Dan selain menggugat untuk bayar ganti rugi, angka besarnya Rp 27,4 triliun,” ujar Arif di Gedung Kementerian Kemaritiman, Jakarta, Jumat (5/5).

Sejumlah ganti rugi dari Rp 27,4 triliun nantinya akan digunakan untuk memperbaiki komponen kerusakan lingkungan sebesar Rp 23 triliun dan biaya pemulihan kerusakan lingkungan Rp 4,4 triliun. Rencananya, pemerintah akan menggunakan sejumlah teknologi untuk menumbuhkan kembali terumbu karang.

“Kalau kerusakan itu tindakan atau barang yang rusak lingkungan itu sendiri. Padang lamun enggak bisa tumbuh lagi, forestasi dan lain lain, itu ada harganya, ada valuasi ekonominya. Nah pemulihan dan restorasi perlu uangnya juga di masa depan. Misal tekno biorock, ternyata larva terumbu karang lebih cepat tumbuh kalau ada aliran listrik. Nah, untuk teknologinya, butuh uang kan,” ungkapnya.

Adapun perusahaan yang digugat oleh pemerintah adalah The Petroleum Authority of Thailand Exploration and Production Australasia (PTTEP AA) berkedudukan di Australia, The Petroleum Authority of Thailand Exploration and Production Public Company Limited (PTTEP) berkedudukan di Thailand dan The Petroleum Authority of Thailand Public Company Limited (PTT PCL) berkedudukan di Thailand.

[idr]

Sumber: merdeka.com

Editor : Dhefi Nugroho

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge