0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Ribuan Hektar Lahan akan Dijadikan Kawasan Industri

Dirut PT Katwang Jaya,Wisnu Broto (baju batik) didampingi Dirut Operasional Sudewo (dok.timlo.net/tarmuji)
Wonogiri — Sampai saat ini, sudah ratusan hektar lahan milik warga di 19 kecamatan di Wonogiri dibeli oleh sebuah perusahaan asal Solo untuk dijadikan kawasan hutan, untuk tukar menukar lahan dengan pihak Perhutani. Perusahaan pun berdalih,jika lahan itu nantinya akan dijadikan kawasan industri dan juga ekotourism.
“Untuk saat ini sudah ada 40 persen lahan yang kami beli dan itu menyebar di 19 kecamatan 51 desa,” ungkap Dirut PT.Katwang Jaya Wisnu Broto, di Wonogiri, Jumat (5/5).
Disampaikan, PT Katwang Jaya merupakan perusahaan aneka industri yang beroperasi di Pantura Jateng. Selama ini perusahaan yang berkantor di Solo mendirikan usaha di atas lahan Perhutani. Sebagai pengganti atau penukar lahan, Perhutani meminta perusahaan mencarikan pengganti tanah. Setelah melalui survei, ditentukan tanah pengganti ada di wilayah Wonogiri. Perusahaan segera melakukan proses jual beli dengan warga pemilik lahan.
“Jumlah kebutuhan lahan yang akan kami bebaskan  sekitar 1.200 hektar. Perusahaan kami juga sudah menyediakan dana Rp 500 miliar untuk program ini,” katanya.
Saat ditanya wartawan, Dirut Operasional PT Katwang Jaya, Sudewo mengatakan, untuk pengadaan tanah pengganti tersebut, perusahaan menyiapkan dana sekitar Rp 500 miliar. Setiap lahan milik warga dibeli sesuai kesepakatan.Ia menyebut,angka terendah harga tanah yang telah dibeli dari warga adalah Rp 6000 permeter persegi hingga Rp 10 ribu permeter persegi.
Selama ini, perusahaannya memiliki tujuh mitra lapangan resmi. Namun demikian, seiring waktu berjalan ternyata hal itu dimanfaatkan oleh pihak ketiga yang mengatasnamakan perusahaan. Intinya,mereka hanya memanfaatkan kesempatan. Sedang terkait  indikasi intimidasi, pihaknya mohon maaf. Kemudian soal belum adanya pemberitahuan atau koordinasi ke pemerintah akan kami evaluasi.
“Karena kita di lapangan datang bukan dengan kabar tapi dengan uang, sehingga begitu tercapai kesepakatan dengan pemilik lahan langsung kita bayar dengan cash. Nah inilah yang kemungkinan dimanfaatkan oleh pihak- pihak yang tidak bertanggungjawab dan mengatasnamakan perusahaan,” tandasnya.
Editor : Marhaendra Wijanarko

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge