0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Facebook Akan Pekerjakan 3000 Pegawai Untuk Awasi Konten Kekerasan dan Kebencian

Pria bunuh diri live di facebook. ©facebook.com (dok.merdeka.com)

Timlo.net—Untuk mencegah tren di mana pengguna menayangkan langsung aksi kekerasan di Facebook, perusahaan itu akan memperkerjakan 3 ribu pegawai baru. Para pegawai ini dipekerjakan untuk mengawasi sosial media dan menghapus konten kekerasan dan kebencian. Mereka akan mulai bekerja tahun depan. Sekarang ini, Facebook memiliki 4500 pegawai yang memiliki tugas sama. Dengan tambahan pegawai ini, setiap konten video dan siaran langsung yang diunggah ke Facebok akan diuji.

Selain kekerasan, CEO Facebook Mark Zuckerberg berkata 7500 pegawai itu juga akan menghapus konten yang mengandung pesan kebencian dan eksploitasi anak. Dia menambahkan jika Facebook akan terus bekerja dengan penegak hukum untuk menolong mencegah orang bunuh diri. Dalam blog yang dia tulis, Mark mengisahkan cerita seorang pengguna yang menayangkan video di Facebook Live. Dalam video itu, sang pengguna berbicara soal keinginan melakukan bunuh diri. Facebook pun menelepon polisi dan mereka berhasil mencegah pria itu bunuh diri. Tapi Mark menambahkan dalam kasus-kasus lain mereka tidak seberuntung itu.

Facebook akhir-akhir ini kerap digunakan untuk menyebar video-video kekerasan yang ditayangkan langsung. Misalnya dalam kasus pembunuhan seorang kakek berusia 74 tahun. Dia ditembak dengan kejam oleh seorang pria. Kejadian itu sendiri ditayangkan sang pelaku secara langsung di Facebook.

Kasus lain terjadi baru-baru ini, seorang pria di Thailand mengunggah video dirinya membunuh puterinya yang berusia 11 bulan. Kedua video sadis itu sempat berada di Facebook selama beberapa jam sebelum akhirnya dihapus. Hal inilah yang hendak dihindari Facebook di kemudian hari. Oleh karena itu, mereka menambah pegawai baru untuk memberikan pengawasan ekstra.

Apakah para pegawai baru ini membuat para investor kuatir dengan bertambahnya pengeluaran Facebook? Direktur managing Elevation Partners berkata jika para pegawai ini tidak akan mempengaruhi pemasukan Facebook. Beberapa pihak lain mengkritik jika usaha Facebook itu tidaklah optimal. Hal ini berarti jika langkah ini gagal, Facebook harus mengambil langkah lain yang lebih drastis.

“Hal ini tidak mempengaruhi penghasilan mereka. Perusahaan itu adalah perusahaan monopoli dalam tiga atau empat kategori berbeda. Penghasilan mereka akan bertumbuh secara dramatis paling tidak dalam bisnis-bisnis mereka lainnya. Tantangan yang saya pikir mereka hadapi, secara mendasar, adalah dalam tingkat pangsa pasar, mereka menjadi masalah untuk keamanan pribadi dan privasi pribadi. Saya tidak akan terkejut jika dalam beberapa titik pemerintah di Eropa, secara khusus, tidak akan mulai mempertanyakan dampak monopoli internet pada hak warganya. Saya pikir Facebook dan Google hanya melakukan hal yang minimal untuk mengatasi masalah ini,” kata Roger McNamee.

Menurut Eric Hippeau, managing partner di Lerer Hippeau Ventures berkata jika langkah Facebook ini menunjukkan batasan pengguna algoritma untuk menemukan dan menghapus konten kebencian dan kekerasan. Dalam acara CNBC, Eric berkata, “Yang ditunjukkan adalah algo tidak bisa melakukan pekerjaan yang dilakukan editor manusia.”

Sumber: Phone Arena.

Editor : Ranu Ario

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge