0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Digitalisasi Naskah Kuno, Rekso Pustoko Bergantung Donatur

Solo — Banyaknya naskah kuno yang terancam hancur di Rekso Pustoko Mangkunegaran membuat pengelola kewalahan. Guna mengantisipasi setiap naskah yang tua dan kian rentan perlu adanya digitalisasi naskah. Namun, pihaknya terkendala soal biaya alih media tersebut.

“Untuk digitalisasi, kami terkendala di biaya yang memang tidak sedikit. Karena itu, selama ini kami bergantung kepada donatur yang memberikan bantuan. Sejauh ini sudah cukup banyak pihak yang membantu, tapi masih lebih banyak naskah yang mendesak untuk dialihmedia,” beber Kepala Perpustakaan Rekso Pustoko Pura Mangkunegaran, GRAy Retno Rosati Hoedhiono Kadarisman saat ditemui usai penyerahan Program Sosial Bank Indonesia (PBSI) di Pura Mangkunegaran, Kamis (4/5).

Selain digitalisasi naskah kuno, pihaknya juga membutuhkan katalogisasi dan alih bahasa naskah kuno. Pasalnya, tulisan naskah kuno yang tersimpan di Rekso Pustoko rata-rata menggunakan Bahasa Jawa yang ditulis dengan Aksara Jawa dan Bahasa Belanda.

“Naskah-naskah koleksi Rekso Pustoko juga perlu alih bahasa, ke Bahasa Indonesia. Agar lebih mudah dipelajari atau dijadikan referensi sebagai media pembelajaran budaya,” imbuh Retno.

Sementara itu, Rekso Pustoko juga menerima sejumlah bantuan sarana dan prasarana pendukung. Seperti komputer, mesin scan dan fotocopy, penyedot debu dan rak etalase buku. Total bantuan yang diterima senilai Rp132,5 juta.

“Untuk naskah atau buku kuno yang digitalisasi melalui bantuan ini ada sekitar 25 judul dengan jumlah halaman 1.460 lembar,” paparnya.

Pada kesempatan yang sama, Deputi Gubernur Senior BI, Mirza Adityaswara mengatakan, pemberian bantuan tersebut sebagai bagian dari kegiatan Corporate Social Responsibility (CSR) di bidang pelestarian budaya. Kegiatan tersebut ditujukan untuk menyelamatkan naskah-naskah Jawa Kuno bernilai sejarah yang tersimpan di perpustakaan Rekso Pustoko.

“Saat dengar cerita banyak ahli dari luar negeri memberi bantuan untuk digitalisasi, kami tergugah ingin berkontribusi. Mudah-mudahan apa yang kami mulai diikuti instansi lain dan memberikan manfaat bagi pelestarian budaya Jawa,” kata Mirza.

Editor : Wahyu Wibowo

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge