0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Boyolali Diusulkan Jadi Ibukota Negara

Kota Boyolali dengan icon patung kuda (dok.timlo.net/nanin)

Boyolali — Kabupaten Boyolali diusulkan menjadi Ibukota Negara. Usulan tersebut telah dikaji Bupati Boyolali Seno Samudro. Setidaknya, bupati telah menyiapkan 60 hektar lahan di 10 kecamatan di Kota Susu.

“Nanti masih ditambah wilayah kecil dari beberapa kabupaten perbatasan, totalnya 186 ribu hektar, atau tiga kali lipat luasan Jakarta, yang hanya 68 ribu hektar,” kata Bupati Seno Samudroi ditemui di rumah dinasnya, Kamis (4/5).

Wilayah kecil yang dimaksud bupati, yaitu dari Kabupaten Grobogan, Semarang, Karanganyar dan Sragen. Namun untuk mengabungkan wilayah tersebut harus dilakukan referendum warga. Untuk mengetahui setuju tidaknya warga bergabung dengan Boyolali.

“Selain luasan lahan, Boyolali sangat representatif menjadi ibukota, pasalnya berdekatan dengan empat bandara, yaitu Ahmad Yani (Semarang), Adi Sumarmo, Adi Sucipto (Yogyakarta ) dan Maospati (Madiun),” tambahnya.

Terkait dengan usulan Palangkaraya menjadi ibukota dan saat ini sedang dibahas di pusat, Bupati mengakui kurang pas. Pasalnya, wilayah Palangkaraya merupakan paru-paru dunia, tanah bergambut sehingga biaya konstruksi lebih mahal.

“Kalau Palangkaraya, nanti bisa diprotes dunia,” imbuhnya.

Hanya saja, diakui Bupati, usulan Boyolali menjadi Ibukota Negara harus mendapat persetujuan dari MPR. Bupati mengaku dirinya sudah menyampaikan usulan ini ke Presiden, namun hingga saat ini belum ada jawaban.

“Kita tunggu saja nanti bagaimana,” tandasnya.

Editor : Marhaendra Wijanarko

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge