0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Serangan Kera Ekor Panjang dan Celeng Resahkan Warga

Kawanan kera menyerang tanaman milik petani (dok.timlo.net/red)

Wonogiri – Warga sejumlah kecamatan di kabupaten Wonogiri resah gara-gara serangan hama kera ekor panjang dan kawanan celeng (babi hutan) kawanan celeng (babi hutan). Serangan ini membauat warga terancam gagal panen.

“Tanaman singkong, kacang dan jagung habis dibabat kawanan kera, tapi untuk sementara waktu ini agak mereda. Karena sebulan lalu warga kami kerja bakti gropoyokan mengusir kawanan kera agar keluar dari desa kami,” ucap Kades Tegiri, Batuwarno, Udik Wahyudi, Rabu (3/5).

Disampaikan, meredanya serangan kera bukan berarti warga setempat tenang. Mereka masih terus berjaga- jaga di lahan pertanian yang digarapnya. Pasalnya, masih ada kawanan kera dengan jumlah sedikit yang turun. Selain itu, kawanan celeng atau babi hutan turut serta menyerang tanaman apa saja yang ada di lahan pertanian warga setempat.

“Untuk menghalaunya, biasanya petani membawa anjing dan juga senapan, ” kata dia.

Menurut dia, hama celeng memang sudah ada sejak lama, namun tidak seperti beberapa tahun belakangan ini. Kondisi ini memaksa petani, menjaga tanamannya sejak mulai tanam hingga panen. Tak jarang, petani ini membuat pondok kecil dikaki bukit tak jauh dari ladang mereka.

“Sebenarnya banyak pemburu celeng dari Solo dan Jogja berburu disini, warga sangat senang. Tapi, bagaimana wong semalam hanya dapat dua ekor, padahal populasinya setiap bulan lebih dari itu, apalagi musim seperti ini, kawanan celeng banyak yang beranak,” jelasnya.

Kawanan kera ekor panjang meresahkan warga kecamatan, diantaranya Kecamatan Wonogiri Kota, Jatipurno, Slogohimo, Giriwoyo, Ngadirojo, Karangtengah, dan Batuwarno. Primata ini sudah merambah permukiman warga. Tak hanya merusak tanaman, kera- kera itu juga mencuri makanan dari dalam rumah dan mencuri pakaian warga.

Editor : Wahyu Wibowo

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge