0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

PKL Shelter Sriwedari Minta Pulang ke City Walk

Shelter PKL Sriwedari (foto: Indira)

Solo – Pedagang Kaki Lima (PKL) Gerobak Kuning eks-Citywalk menuding Pemerintah Kota Solo ingkar janji. Mereka pun menuntut Pemkot mengembalikan mereka ke city walk karena Shelter Sriwedari tak kunjung ramai pembeli.

“Pemkot cuma janji-janji saja. Nggak ada realisasinya,” kata Wakil Ketua Paguyuban PKL, Sukirno Saptoraharjo, Rabu (3/5).

Saat diresmikan hampir setahun yang lalu, Pemkot menjanjikan beberapa hal kepada para PKL. Promosi, etalase gratis, dan tingkat kunjungan yang tinggi.  Saat peresmian, Walikota Solo, FX Hadi Rudyatmo pun sempat menginstruksikan kepada jajaran Pemkot Solo untuk meramaikan deretan shelter sriwedari. Namun agaknya instuksi tersebut tak diindahkan.

“Nggak ada PNS yang ke sini. Paling cuma satu dua orang saja waktu awal-awal. Setelah itu tidak pernah lagi,” kata dia.

Promosi yang dilakukan Pemkot untuk mengenalkan PKL Sriwedari pun dirasa minim. Selain spanduk di mulut gang menuju shelter, hampir tak ada upaya lain. Spanduk itu pun sulit dilihat dari jalan raya karena letaknya yang cukup jauh dari jalan dan tertutup pohon.

“Sampai sekarang kita juga tidak dapat etalase. Katanya dulu mau diupayakan. Nyatanya tidak ada,” kata dia.

Kirno, panggilan akrabnya, menuntut agar para PKL dikembalikan lagi lokasi awal mereka berjulan, di City Walk. Selain karena lokasi baru sepi pengunjung, ia juga menilai Pemkot tidak konsisten. PKL City Walk yang berjualan di Gendengan hingga Purwosari sampai saat ini masih bebas berjualan.

“Nyatanya yang di sana masih boleh jualan. Kalau dulu alasannya karena trotoar tidak boleh digunakan untuk berjualan, kenapa di sana boleh,” kata dia.

Editor : Wahyu Wibowo

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge