0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Tingkatkan Pelayanan Publik, ASN Dituntut Harus Bisa Berinovasi

Bupati Sragen Kudinar Untung Yuni Sukowati (agung widodo)

Sragen – Aparatur Sipil Negara (ASN) Pemkab Sragen dituntut untuk bisa terus berinovasi dalam bidang pelayanan publik. Saat ini sudah ada dua hasil inovasi dari Bupati Sragen sebelumnya yang telah mendapat pengakuan dari pemerintah pusat dan menjadi ciri kas Kabupaten Sragen.

“Sragen telah ditinggali beberapa inovasi yang mengagumkan. Dalam era Untung Wiyono, beliau telah merintis perijinan satu pintu (BPT). Sedangkan era Agus Fatchur Rahman, beliau meninggalkan Unit Pelayanan Terpadu Penanggulangan Kemiskinan (UPTPK). Yang menjadi pertanyaan adalah pada era saya mau apa?” kata Bupati Sragen Kudinar Untung Yuni Sukowati, Rabu (3/5).

Hal tersebut dikatan Yuni saat memberi pengarahan dalam Workshop Akselerasi Inovasi di Aula Sukowati. Workshop ini merupakan kerjasama antara Pemkab Sragen dengan Lembaga Administrasi Negara (LAN).

Yuni mengatakan, apabila dalam era kepemimpinan dirinya tidak ada inovasi yang baru, maka pemerintahannya hanya akan meneruskan yang telah ada. Untuk itu dia meminta kepada semua Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dan ASN harus memiliki inovasi baru yang bisa menjadi ikon Kabupaten Sragen.

“Worshop kali ini dimaksudkan untuk membuka cakrawala berfikir akan inovasi yang harus kita lakukan, yang bisa diaplikasikan untuk seluruh masyarakat Bumi Sukowati,” terangnya.

Sementara Deputi Inovasi Administrasi Negara LAN,  DR Tri Widodo Wahyu Utomo menyampaikan, banyak daerah yang menganggap biasa saja potensi yang dimiliki. Padahal kalau potensi yang biasa tersebut dikembangkan dengan sedikit inovasi, bisa menjadi sesuatu yang luar biasa.

Tri Widodo mencontohkan, Desa Ponggok di Klaten dulunya merupakan daerah yang kaya akan sumber mata air. Namun desanya sangat miskin, di mana kas desa per tahun hanya Rp14 Juta.

“Tapi setelah ada pabrik air mineral yang datang, sekarang desa tersebut menghasilkan pendapatan per tahun sebesar Rp 200 Juta,” paparnya.

Editor : Wahyu Wibowo

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge