0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Juru Sita Batal Eksekusi Rumah, Ini Gara-Garanya

Juru sita PN Solo memberikan surat eksekusi penundaan kepada penghuni rumah (dok.timlo.net/achmad khalik)

Eksekusi Rumah Ditunda, Penghuni Menilai Salah Alamat

Solo —  Juru Sita Pengadilan Negeri (PN) Solo batal melakukan eksekusi sebuah rumah di Kawasan Debegan RT01/ RW06 Kelurahan Mojosongo, Kecamatan Jebres, Solo, Rabu (3/5) siang. Sempat terjadi ketegangan antara pemilik rumah dan sejumlah juru sita yang mengemban tugas untuk melakukan eksekusi di rumah seluas hampir 2000 meter persegi itu.

Pantauan Timlo.net, juru sita mendatangi lokasi sekitar pukul 10.30 WIB. Juru sita berjumlah sekitar enam orang dengan mengendarai mobil hendak melakukan eksekusi yang memenangkan pihak penggugat yakni anak ahli waris dari Kartodikromo alias Pariman terhadap pihak tergugat ahli waris dari Kartopawiro alias Samidin dengan Parikem alias Mbok Inem. Namun, setelah melihat ada tentangan dari penghuni rumah, para juru sita akhirnya mengurungkan niat untuk melakukan eksekusi.

“Eksekusi kami tunda tanggal 10 Mei,” kata salah seorang juru sita.

Sementara itu, kuasa hukum penghuni rumah, Kalono mengatakan, eksekusi yang dilakukan tersebut salah alamat. Menurutnya, pihak penggugat melakukan gugatan terhadap ahli waris Kartopawiro alias Samidin dengan istri Parikem alias Mbok Inem. Padahal, rumah tersebut dihuni oleh ahli waris Kartodikromo dengan istrinya Tjipto Suhardjo alias Semi. Dengan begitu, penetapan eksekusi yang dilakukan sudah cacat hukum sejak awal.

“Bagaimana penetapan eksekusi bisa salah alamat. Di sini dihuni oleh ahli waris Kartodikromo dengan istrinya Tjipto Suhardjo alias Semi, bukan oleh ahli waris Kartopawiro alias Samidin dengan istri Parikem alias Mbok Inem. Ini kan salah alamat namanya,” tandas Kalono bersama dengan pengacara Joko Haryadi.

Kalono juga memaparkan sejumlah bukti lain bahwa rumah tersebut merupakan milik ahli waris Kartodikromo. Mulai dari surat tanah letter C dengan nama Kartodikromo hingga kepemilikan buku nikah antara pasangan Kartodikromo dengan istrinya Tjipto Suhardjo alias Semi.

“Rumah ini dihuni ahli waris Kartodikromo, yakni Bapak Parmin. Kok bisa-bisa berubah jadi ahli waris versi mereka,” jelasnya.

Sementara itu, penghuni rumah, Kasmin (68) mengaku, bahwa selama ini keluarganya sama sekali tidak memiliki masalah utang piutang. Hal ini dikuatkan dengan masih dipegangnya sertifikat hal milik tanah meski masih bentuk letter C.

Wong orang tua saya itu tidak pernah menggadaikan atau menjual tanah atau rumah, kok saya suruh pergi dari rumah saya. Ya saya gak mau,” ujarnya.

Editor : Marhaendra Wijanarko

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge