0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Indonesia Kirim Pesanan Kapal Perang ke Filipina

ilustrasi (dok.merdeka.com)

Timlo.net — PT PAL Indonesia mengirim kapal perang Strategic Sealift Vessel (SSV) yang dipesan Filipina. Pengiriman tersebut sudah dilakukan dua kali ini. PT PAL mengklaim, interior kapal kedua ini lebih sempurna dari sebelumnya.

General Manajer Divisi Kapal Niaga PT PAL Indonesia, Satriyo Bintoro mengatakan, PT PAL Indonesia mempunyai waktu yang cukup pada eskpor kedua kali ini, sehingga bisa dimanfaatkan untuk penyelesaian akhir beberapa interior kapal.

“Alhamdulillah pada keberangkatan kedua ini, kami mempunyai banyak waktu untuk finishing sejumlah interior, sehingga keberangkatan tidak seperti pada ekspor perdana yang diselingi perbaikan saat perjalanan menuju Manila,” katanya, Rabu (3/5).

Sebelumnya pada ekspor perdana, PT PAL Indonesia menyempurnakan interior selama lima hari perjalanan, seperti pemasangan televisi lengkap dengan pengeras suara, penyediaan alat-alat dapur dan makanan, penyempurnaan pipa instalasi air, serta pemasangan listrik-listrik yang belum tersambung dengan baik.

Namun pada pemberangkatan kali ini beberapa interior sudah terpasang dengan baik, seperti plat pelindung hanggar helikopter, cat jalur tangga, serta televisi yang sudah terpasang di dapur umum.

Perjalanan ekspor kedua yang dilepas langsung Menteri Pertahanan Ryamizard Ryacudu itu dinahkodai Kapten Munif, dan membawa 112 kru dari PT PAL Indonesia, 22 anak buah kapal (ABK), lima petugas katering dan 115 krew dari Angkatan Laut Filipina.

Kapal jenis Landing Platform Dock (LPD) yang diberinama BRP Davao Del Sur LD 602 itu memiliki spesifikasi yang sama dengan kapal perang pertama, yakni memiliki panjang 123 meter dan lebar 21 meter.

Selain itu, dapat digunakan operasi militer dalam penanggulangan ganguan keamanan dan ketentraman di wilayah territorial Filipina, dan mampu menampung 621 penumpang, serta bertahan di lautan selama 30 hari dengan bobot maksimal 7.200 Ton.

Kapal memiliki kecepatan 16 knots dengan mesin pendorong 2 X 2,920 kW, dan juga mampu menampung tank, kendaraan tempur, mobil rumah sakit, hingga kapal patroli dan transporter, dan merupakan kapal hasil inovasi dari produksi kapal alih teknologi dengan Korea Selatan.

[idr]

Sumber: merdeka.com

Editor : Marhaendra Wijanarko

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge