0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Kapolres Kecewa, Siswa Langgar Deklarasi Anti Coret-Coret

Aksi coret-coret seragam siswa SMA Sragen (timlo.net/agung widodo)

Sragen – Polres Sragen menyatakan kekecewaannya terhadap ulah sejumlah pelajar SMA/SMK yang masih melakukan aksi corat-coret seragam saat merayakan kelulusan. Adanya aksi itu nenandakan pihak sekolah gagal mekakukan pembinaan terhadap siswa.

”Saya menyayangkan masih ada aksi coret-coret dan konvoi. Itu berarti peran kepala sekolah dan guru tidak serius menangani siswa-siswinya,” kata Kapolres Sragen AKBP Cahyo Widiarso, Selasa (2/5).

Padahal belum lama ini, pada Rabu (29/3) lalu sebanyak 30.108 pelajar di Sragen telah  mendeklarasikan Anti Anarkis, Anti Narkoba dan Anti corat-coret dalam merayakan kelulusan sekolah. Bahkan deklarasi tersebut telah tercatat dalam Museum Rekor Indonesia (Muri) dengan peserta terbanyak. Pihaknya menyerahkan kembali masalah tersebut pada masyarakat.

Dari pantauan di lapangan, aksi corat-coret terjadi di beberapa sekolah. Sejumlah pelajar kepergok media sedang bereporia saling mencoret baju seragam mereka sejak pagi. Padahal pengumuman hasil Ujian Nasional (UN) baru pada pukul 15.00 WIB.

”Nggak papa dicoret-coret, sekolah juga tidak tahu. Ini spontanitas pak,” kata Ilham salah satu siswa yang melakukan aksi coret-coret.

Editor : Wahyu Wibowo

Komentar Anda

loading...
KEMBALI KE ATAS badge