0271-626499 redaksi.timlo@gmail.com
Timlo.net

Bisnis Keluarga Sulit Lewati Tiga Generasi, Ini Penyebabnya

Sunarto Isstianto ujian doktor di UNS (dok.timlo.net/tyo eka)

Solo — Suksesi kepemimpinan bisnis keluarga menghantar Sunarto Isstianto meraih gelar doktor dengan predikat sangat memuaskan. Ia tercatat gelar doktor ke 268 Universitas Sebelas Maret (UNS) dan ke 33 Program Studi Penyuluh Pembangunan.

“Perusahaan keluarga memiliki keunikan yang menciptakan kemampuan untuk dapat terus berlangsung dalam kurun waktu lama dan memberikan kontribusi secara ekonomi hampir tidak terhingga,” ungkap Sunarto di depan Dewan Penguji yang dipimpin oleh Prof Drs Sutarno MSc PhD, di ruang Sidang Senat UNS, Solo, Selasa (2/5).

Sunarto mengemukakan, perusahaan keluarga yang sukses tidak hanya menjamin kemakmuran bagi anggota keluarga, melainkan juga bagi semua yang terlibat para stakeholder dan secara lebih luas pada penguatan ekonomi nasional.

Namun demikian, kata Sunarto, perusahaan keluarga di Indonesia rata-rata masih sangat muda, hanya sedikit sekali yang sudah berada pada generasi kedua apalagi ketiga. Sebagian besar kandas di generasi pertama, atau mati pada saat peralihan dari generasi pertama ke generasi kedua.

Lebih lanjut ia mengungkapkan, bisnis keluarga yang sulit melewati tiga generasi karena banyak perusahaan keluarga terlibat dalam konflik untuk memperebutkan kekuasaan dalam perusahaan.

Konflik-konflik tersebut, menurut mantan Ketua Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Surakarta itu, antara lain, pertama, konflik antara kepentingan bisnis dan kepentingan keluarga yang disebabkan oleh adanya perbedaan antara nilai keluarga dan nilai bisnis. Kedua, konflik antar anggota keluarga ini dapat dirangkum dalam empat hal, yaitu konflik tujuan, gaya hidup dan kerja, konflik menyangkut kendali perusahaan dan leaving the nest.

Ketiga, konflik antara keluarga dan karyawan. Biasanya konflik ini terletak pada profesionalitas dan kepercayaan. “Konflik-konflik yang terjadi sangat mempengaruhi atau mempengaruhi atau menghambat dan berhubungan dalam suksesi,” ungkap Sunarto.

Pada ujian doktor ini, Sunarto mempertahankan disertasi berjudul “Suksesi Kepemimpinan Generasi Pendahulu Kepada Generasi Penerus Dalam Bisnis Keluarga (Studi Kasus Industri Batik di Laweyan dan Kauman Surakarta)”.

Editor : Marhaendra Wijanarko

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge