0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Persis Laporkan Wasit dan Panpel Sragen United ke PSSI

CEO Persis Solo, Bimo Putranto (kiri) saat menunjukkan video ketidakberesan wasit Sutiono saat bermain melawan Sragen United, kepada awak media, Selasa (2/5 (dok.timlo.net/aryo yusri atmaja)

Solo — Klub Persis Solo resmi melaporkan wasit Bambang Sutiono asal Malang dan Panpel klub Sragen United ke Komisi Disiplin (Komdis) PSSI. Laporan tersebut terkait pertandingan lanjutan Liga 2 Grup 4 di Stadion Taruna, Sragen, Minggu (30/4). Laga kemarin berakhir dimenangkan Persis dengan skor 1-0 lewat gol tunggal Bayu Nugroho.

Namun persoalan besar terjadi ketika Wasit Sutiono dianggap melakukan beberapa keputusan kontroversial saat memimpin laga kemarin. Puncaknya ketika tak memberikan hukuman tendangan penalti saat pemain Persis Dedi Cahyono dilanggar oleh pemain Sragen United di area terlarang, menjelang laga berakhir.

Kemudian, wasit Sutiono juga tak melakukan keputusan apapun setelah kiper Sragen United, Andi Setiawan dengan sengaja menendang kepala Dedi dengan lututnya. Alhasil membuat bench pemain Persis naik pitam. Keributan antar pemain pun terjadi, ketika bek Persis Hendri Aprilianto berkelahi dengan pemain Sragen.

Keputusan kontroversial wasit Sutiono kembali terlihat saat salah melayangkan kartu merah, yang seharusnya ditujukan ke Hendri namun malah ke Andriantono Oriza. Atas berbagai insiden tersebut, manajemen Persis pun melaporkannya ke Komdis PSSI melalui surat resmi. Kejadian demi kejadian juga terekam oleh video milik Persis Solo sebagai bukti kuat untuk laporan ke PSSI.

“Kami sudah mengirimkan surat dan file berupa video sebagai bukti ke Komdis PSSI terkait ketidakberesan kepemimpinan wasit, Bambang Sutiono yang kami anggap tidak profesional. Karena pemain kami dengan sengaja ditendang oleh kiper Sragen United, tidak mendapat kartu. Kami juga menyayangkan panpel Sragen, pemain kami entah bagiamana nasibnya kalau tidak segera mendapat oksigen,” beber CEO Persis Solo, Bimo Putranto dalam konferensi pers, Selasa (2/5) pagi.

“Pemain kami justru mendapat kartu merah, dan itu pun karena bisikan atau pengaruh dari pemain Sragen United.
Wasit tidak mengindahkan Ketum PSSI, bahwa wasit harus profesional dan membawa sepak bola yang bermartabat. Kami ingin PSSI memberikan sanksi tegas kepada wasit dan siapapun yang merusak citra sepak bola Indonesia seperti kemarin di Sragen,” imbuh Bimo.

Tak hanya wasit Sutiono saja yang dilaporkan Persis ke Komdis PSSI. Panpel Sragen United pun ikut dilaporkan karena kelalaian dalam menggelar sebuah pertandingan resmi yang melibatkan banyak massa. Nasib wasit Sutiono dan panpel klub Sragen United akan ditentukan nasibnya dalam sidang Komdis PSSI, Kamis (4/5) besok.

“Secara keseluruhan kami laporkan, termasuk pemainnya yang tidak sportif. Panpel Sragen United juga kami laporkan karena benar-benar tidak siap dan memaksakan pertandingan. Di manual liga harus ada pacu jantung, mobil ambulance, pernafasan. Stadion, terutama penonton yang melebihi kuota tiket. Kabarnya ada juga tiket yang dipalsukan,” tandas Bimo Putranto.

Editor : Marhaendra Wijanarko

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge