0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Terkait Penolakan Proyek Geothermal Lawu

Ganjar : Sing Demo Ki Mbok Ngobrol Karo Gubernur

Polisi menjaga sekelompok pemuda membawa spanduk penolakan PLTPB Lawu (raymond)

Karanganyar — Penolakan kelompok masyarakat terkait proyek pembangkit listrik bersumber panas bumi di Gunung Lawu dinilai kurang tepat. Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo menyatakannya usai mengikuti jalan sehat May Day di Karanganyar, Senin (1/5).

Aku rung tau dipaparke ki mas. Kok ditolak ngopo?” ujar Ganjar Pranowo saat ditanya sikapnya terkait penolakan rencana proyek Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTPB) oleh kelompok masyarakat lereng Lawu.

Ganjar merasa belum pernah diajak berkomunikasi oleh kelompok masyarakat yang selama ini getol menyuarakan penolakan itu. Namun jika mereka khawatir lingkungan bakal rusak, ia mengatakan alasan itu kurang tepat. Menurutnya, PLTPB justru paling ramah lingkungan dibandingkan pembangkit listrik energi lainnya.

“Pilih mana. (pembangkit listrik bertenaga) nuklir, batu bara, panas bumi apa gas? (pertimbangkan) Energi apa di Indonesia yang paling green,” lanjutnya.

Lebih lanjut dikatakan, menyikapi pro kontra rencana PLTPB harus didasari kajian ilmiah. Diperlukan sosialisasi dengan penyampaian untung rugi pembangunan investasi energi tersebut.

“Jangan cepat bilang setuju atau tidak setuju. Aku wae rung dipaparke kok wes geger,” katanya.

Sementara itu bersamaan kedatangan Ganjar di plasa Alun-alun, sejumlah pemuda berpenutup masker muka membentangkan tiga lembar spanduk berisi penolakan proyek geothermal pembangkit listrik. Aksi diam oleh Forum Rakyat Peduli Gunung Lawu (FRPGL) itu menyentil kedudukan gubernur yang seharusnya representasi dari rakyat, melalui tulisan di spanduk ‘Tuanku ya Rakyat, Gubernur Cuma Mandat’.

Ganjar Pranowo nyaris tak menggubrisnya.

Makane sing demo ki sopo mbok ngobrol karo gubernur,” ucapnya.

Editor : Marhaendra Wijanarko

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge