0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Bus Naas di Bogor Ternyata Tidak Terdaftar Sebagai Bus Pariwisata

Kecelakaan maut di Cianjur (merdeka.com)

Timlo.net — Dunia transportasi Indonesia kembali berduka, tercatat selama bulan April dua kali kecelakaan maut di jalur Puncak, Jawa Barat yang merenggut banyak korban jiwa. Kementerian Perhubungan akan mengevaluasi secara menyeluruh terkait ijin dan faktor keselamatan dari para operator bus antar kota tersebut.

Sekretaris Jenderal Kementerian Perhubungan, Sugiharjo mengatakan kecelakaan yang terjadi Minggu (30/4) yang disebabkan rem blong bus Kitrans bernomor polisi B 7057 BGA tidak terdaftar sebagai bus pariwisata.

“Kami sudah koordinasi juga dengan Dishub DKI, kendaraan tersebut juga tidak terdaftar uji kir,” katanya di Kementerian Perhubungan, Jakarta, Senin (1/5).

Selain itu, kecelakaan sebelumnya yang melibatkan bus pariwisata HS Transport yang menewakan korban jiwa di Gadog, Jawa Barat juga tidak terdaftar sebagai bus periwisata.

“Kalau kita melihat kejadiannya 22 April, di mana terjadi kecelakaan Mega Mendung arah Jakarta melibatkan bus HA transport, data yang kami cek HS transport tidak terdaftar sebagai perusahaan angkutan pariwisata di database Ditjen Perhubungan Darat. Yang kedua kendaraan tersebut tidak terdaftar atas nama HS transport tapi masih pada pemilik lama yaitu PO Harapan Jaya Prima yang melayani trayek AKDP dari Surabaya dan itu tidak juga tanda uji kirnya tidak terdaftar,”jelasnya.

Menurutnya, dengan kejadian tersebut membuktikan masih banyaknya bus-bus periwisata yang tidak terdaftar di Kementerian Perhubungan. Untuk itu, pihaknya besama dengan Kepolisian dan Jasa Raharja akan melakukan operasi terpadu untuk mengecek ijin dari bus-bus periwisata yang ada.

“Ini tidak bisa dibiarkan karena itu dalam waktu dekat untuk besama pihak kepolisiaan dan Jasa Raharja untuk melaksanakan operasi terpadu di lapangan baik di pusat-pusat wisata atau di tepi jalan untuk kita melakukan pemeriksaan. Karena apa bus pariwisata tidak berangkat dari terminal lain halnya dengan bus reguler yang berangkat dari terminal sehingga dapat lakukan rump cek,” bebernya.

[sau]

Sumber : merdeka.com

Editor : Wahyu Wibowo

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge