0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Pengunjung Museum Keraton Kasunanan Bakal Dikenai Pajak Hiburan

(foto: Indira)

Solo – Pemerintah Kota (Pemkot) Solo mengawasi jumlah pengunjung di Museum Keraton Kasunanan Surakarta sejak dibuka kembali pada Senin (1/5) pagi. Walikota Solo, FX Hadi Rudyatmo menyebutkan, hal tersebut dilakukan untuk mengetahui sejauh mana animo masyarakat yang berkunjung.

“Sinuhun jangan khawatir pemerintah akan merayah, tentu tidak. Kulo dampingi rumiyin babagan tiket porporasi. Menika kagem ngukur seberapa besar animo masyarakat dalam mengunjungi Museum Keraton Kasunanan. Kalau sudah bisa diukur kunjungannya, nantinya pengunjung akan dikenakan pajak sesuai UU Perpajakan tanpa mengusik hak atau pendapatan keraton,” tutur Rudy dalam sambutannya sebelum membuka museum secara simbolis.

Dijelaskan dia, nantinya pengunjung akan dikenai Pajak Hiburan yang tercantum dalam Undang-Undang No 28 tahun 2009. Yakni pajak atas penyelenggaraan hiburan, Hiburan adalah semua jenis tontonan, pertunjukan, permainan, dan/atau keramaian yang dinikmati dengan dipungut bayaran.

“Pengenaan tiketing untuk ngontrol pengunjung seperti apa, nanti pajak tidak dibebankan ke keraton. Namun pajak dari pengunjung, porporasi pajak dari pengunjung atau pajak hiburan. Secara teknis belum berjalan, kita tunggu pengelolaannya jelas dulu,” imbuh Rudy.

Menanggapi hal tersebut, Ketua Satgas Panca Narendra sekaligus Pengawas Museum, KGPH Benawa menerima keputusan Pemkot Solo. Dia menilai, adanya pengawasan tersebut dapat membantu Pemkot Solo dalam menentukan besaran anggaran subsidi untuk revitalisasi dan kebutuhan keraton.

“Kami lebih seneng agar pemerintah tau jumlah pengunjung yang dateng ke keraton. Karena pemerintah yang selama ini memberi subsidi ke keraton kan bisa tahu. Kira-kira uang segitu cukup nggak untuk membenahi keraton, kan jumlahnya kecil. Setau saya dulu dari Pemkot Rp 300 juta per tahun sedangkan dari provinsi Rp 1,5 Miliar per tahun untuk menggaji 650 abdi dalem dan kebutuhan keraton tidak mencukupi,” tutur Benowo.

Pihaknya berharap, dengan bertambahnya hasil dari wisatawan museum dan hasil lainnya bisa masuk ke keraton secara proporsional. Benowo optimis abdi dalem tidak lagi digaji Rp50 ribu per bulan.

“Kan kasian kalau abdi dalem digaji hanya segitu, setidaknya bisa naik lah. Sekarang sedang dipersiapkan orang-orang yg tepat untuk mengelola keraton, kita beri waktu seenak-enaknya kepada Sinuhun supaya tidak terpengaruh oleh siapapun. Sekarang yang bekerja kan Panca Nalendra, totalnya sekitar 23 orang,” kata dia.

Editor : Dhefi Nugroho

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge