0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Lahan Pengganti Relokasi Warga Musuk Bukan Tanah Kas Desa

Tanah retak Desa Musuk, Kecamatan Sambirejo. (agung)

Sragen — Pemerintah desa (Pemdes) Musuk, Kecamatan Sambirejo mulai mengumpulkan warga guna membahas lahan untuk relokasi. Ini dilakukan menyusul adanya rekomendasi dari Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral agar dilakukan relokasi terhadap 29 Kepala Keluarga (KK) di Dukuh Sejeruk.

“Sebagian warga ada yang memilih pindah di lahannya sendiri. Tapi sebagian yang tak punya lahan mau untuk direlokasi. Kami sedang mendata dan mengumpulkan warga,” kata Kepala Desa Musuk, Suharno.

Dalam pertemuan itu pihaknya juga mengundang Camat Sambirejo untuk membahas soal lahan yang akan digunakan untuk relokasi. Namun, sesuai instruksi bupati, lahan pengganti nantinya bukan dari tanah kas desa.

Alasan utama warga di Dukuh Sejeruk, Desa Musuk lantaran kondisi tanahnya kini retak dan ambles, sehingga bisa membahayakan kalau terus ditempati. Meski demikian, tak semua warga tersebut mau untuk direlokasi.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sragen, Dwi Sigit Kartanto kepada wartawan mengatakan, dari rapat dengan bupati dan wabup, relokasi bagi warga Sejeruk memang tidak akan menggunakan tanah kas desa. Sebagai gantinya, Pemdes diminta mencari lahan yang aman dan biaya pembebasan lahan ditanggung Pemkab.

Editor : Wahyu Wibowo

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge