0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

USAID Prioritas Berakhir, 38 Fasilitator Siap Lanjutkan

Penutupan Program USAID Prioritas Kabupaten Sragen. (foto: Agung)

Sragen – Program USAID Prioritas untuk bidang pendidikan berakhir pada April 2017 ini. Namun sejumlah program yang telah dirintis dan dijalankan oleh USAID selama lima tahun dipastikan masih bakal berlangsung kendati tanpa pendampingan.

“Setelah lima tahun kita mendampingi dari 2012 kerjasama kita berakhir. Ini tidak hanya di Sragen, tapi juga dengan semua mitra di Jawa Tengah dan tujuh provinsi lainnya,” kata Spesialis Pengembangan Sekolah USAID Prioritas Jawa Tengah, Dyah Karyati, Jumat (28/).

Ketika ditemui wartawan usai acara Penutupan Program USAID Prioritas di Aula Sukowati Setda Sragen, Diyah menyampaikan, selama lima tahun tersebut untuk Kabupaten Sragen sendiri menunjukkan kemajuan luar biasa. Setidaknya dari awalnya 25 yang terdiri 17 SD/MI dan delapan SMP/MTs, yang menjadi mitra, sekarang sudah ada pengembangan menjadi 700 sekolah yang mengikuti program USAID Prioritas.

Menurut Diyah, dari 771 sekolah yang didesiminasikan tersebut, hanya tinggal 71 sekolah yang belum diselesaikan. Itu pun kegiatan-kegiatan sudah direncanakan dan tinggal menindaklanjuti.

Diyah menjelaskan, selama mendampingi sekolah-sekloah di Sragen, pihaknya menilai ada beberapa kemajuan yang cukup signifikan, seperti meningkatnya kualitas guru, kualitas siswa, manajemen sekolah, kreatifitas guru dan dukungan dari pihak Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Sragen.

“Sragen selama kita damping juga berhasil meraih dan ditetapkan sebagai kabupaten Literasi bersama beberapa kabupaten lain di Jawa Tengah,” terangnya.

Humas USAID Prioritas Jawa Tengah, Anang Ainur Rozikin menambahkan, dari hasil monitoring yang dilakukan, pelaksanaan program USAID sudah ada peningkatan 17 hingga 90 persen di bidang pendidikan di sekolah-sekolah yang menjadi mitra. Hal itu bisa dilihat, setelah lima tahun berjalan ini mengenai keaktifan siswa, partisipasi masyarakat, pengelolaan kelas, keaktifan guru dan transparansi.

“Yang paling menonjol itu budaya baca di sekolah, awalnya hanya 60 persen, tapi sekarang sudah sampai 100 persen. Sekarang semua sekolah menerapkan budaya baca. Pada tahun ini semua sekolah menerapkan itu. Dan itu selaras dengan program bupati. Makanya kemarin Bupati Sragen juga dapat anugerah dari USAID Prioritas,” papar Anang.

Anang mengungkapkan, anggran yang digunakan untuk pelaksanaan program USAID di Sragen sendiri ada sekitar Rp 2,5 miliar. Dari jumal tersebut sebesar Rp 600 juta berasal dari USAID dan sisanya Rp 1,9 miliar dari pemerintah, baik APBN, provinsi, APBD dan BOS. Dia menilai dengan adanya dukungan anggaran tersebut, memang program USAID Prioritas yang telah dijalankan ini memang menarik untuk meningkatkan kualitas pendidikan di Sragen.

Kendati sekarang sudah berakhir, namun program yang telah dirintis USAID Prioritas di Sragen tetap akan berjalan. Pasalnya pihaknya sudah melatih 38 fasilitator yang selanjutnya mereka akan melatih fasilitator tingkat MGMP atau fasilitator tingkat II. Mereka adalah aset yang saat ini dimiliki Disdikbud untuk bisa melanjutkan program USAID Prioritas di Kabupaten Sragen.

Editor : Dhefi Nugroho

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge