0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Warga Sekitar Proyek JLS Mengeluh, Ini Gara-Garanya

Sebuah truk melintas dengan kecepatan tinggi di JLS, debu pun kemana-mana (dok.timlo.net/tarmuji)
Wonogiri — Warga Dusun Wonoharjo RT 2/RW5, Desa Sambiroto, Pracimantoro, Wonogiri terganggu dengan adanya dampak aktivitas proyek jalur lintas selatan (JLS). Dimana setiap hari warga kenyang dengan debu yang disebabkan oleh kendaraan roda empat yang melintas di proyek pembangunan JLS. Terlebih lagi, setelah JLS diuruk pasir dan batu, kepulan debu semakin pekat.
“Siang hari, ketika ada truk atau kendaraan besar melaju dengan kencang, sudah dipastikan warga sekitar atau pengguna jalan lain bakal kenyang dengan debu,” beber warga setempat, Jumali, Jumat (28/4).
Menurutnya, meski terkadang diguyur hujan pada malam hari, kepulan debu tetap timbul keesokan harinya. Diakui, setelah diuruk dengan pasir dan batu, maka ketika turun hujan dengan intensitas tinggi, jalan lintas provinsi itu tidak lagi becek, namun hal itu justru menimbulkan masalah baru, yaitu munculnya debu.
“Saya terpaksa menutup kios pada pukul 10.00 WIB. Karena di atas jam itu, debunya sudah sangat parah. Barang dagangan sampai tertutup debu semua. Bahkan ada satu keluarga yang sering batuk-batuk,” katanya.
Ditambahkan, kendati sudah menutup pintu rumah, debu tetap masuk ke dalam. Dia mengaku mengepel lantai rumahnya sampai tiga kali dalam sehari.
“Sebenarnya pihak kontraktor sudah menyiram JLS sekali dalam sehari dengan satu tangki air. Tapi tidak cukup, karena ketika kering debu itu muncul lagi,” jelasnya.
Editor : Marhaendra Wijanarko

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge