0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Tersangka Diksar Maut: Bukan Penganiayaan tapi Sentuhan

(raymond)

Karanganyar — Pengakuan mengejutkan keluar dari mulut dua tersangka diksar maut mapala UII Yogjakarta, Yudi dan Angga. Kekerasan terhadap tiga korban dimaksudkan menolong jiwanya.

“Mana ada kakak membunuh adiknya. Engga ada maksud seperti yang dituduhkan itu,” ujar Wahyudi alias Yudi alias Kresek di hadapan awak media saat gelar barang bukti kasusnya di Mapolres Karanganyar, Kamis (27/4).

Ia menyebut perlakuan kekerasan itu sebagai sentuhan. Seorang dalam kondisi nyaris tak sadarkan diri perlu ‘disentuh’ agar menjaganya tetap terjaga. Setahu dirinya, di lingkungan ektrem Watusambang, Tlogodringo, Gondosuli, Tawangmangu, seorang survival tak boleh menyerah pada fisiknya yang melemah. Apabila dibiarkan saja bisa lebih fatal. Makanya, ia selaku senior merasa pantas memberi tindakan.

Yudi menyontohkan Syaits Asyam berada di ambang ketidaksadaran saat tubuhnya bergelantung di tali rappling.

“Ketika itu hujan dan cuaca tidak bersahabat. Sentuhan membuatnya tetap terjaga,” katanya.

Senada disampaikan Angga. Pemuda bertubuh tambun ini menyebut seluruh perlakuan terhadap peserta diksar sesuai prosedur.

“Semuanya dalam konteks pendidikan. Termasuk juga punishment. Bukan untuk menyakiti,” katanya.

Pernyataan kepada awak media terhambat begitu mengarah ke perlakuan terhadap peserta oleh panitia lainnya. Angga dan Yudi beralasan tidak mengetahui detil perlakuan itu karena berlainan regu.

(MG001)

Editor : Wahyu Wibowo

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge