0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Tanah Gerak, 29 KK Desa Musuk Harus Direlokasi

Tanah retak Desa Musuk, Kecamatan Sambirejo. (agung)

Sragen – Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral merekomendasi sebanyak 29 kepala keluarga (KK) di Dukuh Sijeruk, Desa Musuk, Kecamatan Sambirejo agar direlokasi ke tempat yang aman. Pasalnya, di wilayah tersebut termasuk tanah labil (bergerak) yang bisa mengancam keselamatan warga.

“Menyikapi rekomendasi PVMBG itu bupati, Wabup dan dinas terkait sudah mengadakan rapat. Kalau memang seperti itu (membahayakan) ya memang warga harus direlokasi,” Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sragen, Dwi Sigit Kartanto.

Sigit menyampaikan, dari hasil  penelitian yang dilakukan tim ke Dukuh Sijeruk, Desa Musuk akhir Desember 2016 lalu menyimpulkan, gerakan tanah di sana berpotensi akan terus terjadi. Hasil penelitian itu juga telah disampaikan ke Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana, Gubernur dan Bupati Sragen.

Dalam rilisnya, PVMBG menyampaikan, jenis gerakan tanah di Sijeruk ditandai adanya retakan dan amblesan pada lereng bagian atas, bagian tengah dan bawah di lokasi bencana. Gerakan tanah tersebut sangat berpotensi ketika curah hujan di atas normal.

Atas kondisi itu, PVMBG merekomendasikan 10 hal diantaranya, mengimbau masyarakat Dukuh Sijeruk dan sekitarnya agar berhati-hati saat hujan lebat dan segera mengungsi. Sedangkan, 29 KK yang saaat ini rumahnya retak dan rusak agar direlokasi untuk menghindari ancaman bencana.

 

Editor : Wahyu Wibowo

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge