0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Trauma Pasar, Pembangunan Gedung Setda Lebih Hati-Hati

Sekda Sukoharjo, Agus Santosa (dok.timlo.net/red)

Sukoharjo — Pemerintah Kabupaten Sukoharjo mengaku belum pernah menggunakan jasa Menejemen Kontruksi dalam pengerjaan proyek pembangunan sebelumnya. Hal ini dikarenakan baru dalam proyek pembangunan gedung perkantoran terpadu ini menggunakan anggaran murni daerah senilai Rp 94 miliar.

“Ini bentuk kehati-hatian kita dalam melaksanakan pembangunan pusat perkantoran terpadu karena menimbang kompleksitas kerja dalam proyek senilai Rp 94 miliar ini. Dan kami berharap MK yang berperan sebagai menejer selama proyek dari mulai perencanaan hingga selesai mampu bekerja dengan baik,” kata Sekda Sukoharjo, Agus Santosa, Kamis (27/4).

Dalam lelang LPSE untuk pengadaan manejemen konstruksi pembangunan gedung setda dimenangkan oleh PT Yodya Karya Persero (wilayah I) dengan harga terkoreksi Rp 1.831.900.000 dari pagu anggaran RP 1.933.700.000. PT Yodya Karya merupakan perusahaan BUMN yang pada hari ini, Kamis (27/4) telah melakkan penandatanganan kontrak dengan Pejabat Pembuat Komitmen (PPKOM) Pembangunan gedung setda.

Selaku pengguna anggaran, Sekda Agus Santosa akan menyediakan kantor di lingkungan setda kepada Menjemen Kontruksi. Hal ini sebagai langkah strategis untuk memudahkan kordinasi antara MK dengan PPKOM selama proses pembangunan gedung terpadu 10 lantai tersebut.

“Untuk kelancaran tugas, kami akan sediakan ruangan khusus untuk kantor sementara manejemen konstruksi untuk memudahkan kordinasi. Kami berharap banyak, MK mampu memenej proyek ini dari mulai tahap perencanaan hingga selesai dengan baik,” tandasnya.

Berkaca dari pembangunan Pasar Ir Soekarno yang berujung ditolaknya kasasi Pemkab Sukoharjo dan diwajibkan membayar ganti rugi kepada PT Ampuh Sejahtera senilai Rp 6,7 miliar, dalam proyek pembangunan gedung Setda Sukoharjo ini lebih berhati-hati. Termasuk dengan menggunakan jasa manejemen konstruksi dan didampingi Tim Pengawal Pengaman Pemerintah dan Pembangunan Daerah (TP4D) yang beranggotakan Kajari dan Kajati.

Editor : Marhaendra Wijanarko

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge