0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Ahok Kebanjiran Karangan Bunga, Ini Sindiran Fadli Zon

Karangan bunga untuk Ahok-Djarot (dok.merdeka.com)

Timlo.net — Karangan bunga tanda simpati pada Basuki Tjahaja Purnama dan Djarot¬†Saiful Hidayat terus berdatangan ke Balai Kota DKI Jakarta. Hingga Rabu (26/4), jumlahnya sudah mencapai 1.500 buah dan membanjiri jalanan Medan Merdeka Selatan.

Tulisan-tulisan di karangan bunga tersebut menarik dan unik. Beredar viral di media sosial.

Munculnya karangan bunga tersebut juga ditanggapi beragam. Ada yang menanggapi positif. Sampai ramai-ramai netizen membubuhi #Gombalin Ahok. Maksud dari netizen menggunakan #GombalinAhok adalah sebagai rasa ucapan terima kasih warga Jakarta atas kerja keras Ahok dan Djarot sebagai Gubernur DKI.

Namun banyak juga komentar miring yang muncul. Ada yang menyebut bunga-bunga itu sengaja dipesan sendiri oleh Kubu Ahok. Apalagi banyak nama-nama tak lazim seperti ‘Ibu-Ibu Boxing’ atau ‘Cupuers Yang Gagal Move On’.

Beredar punya tangkapan layar kubu Ahok memesan 1.200 karangan bunga ini dan minta dikirim secara bergelombang agar tak mencurigakan.

Menanggapi tudingan bunga sengaja dipesan sendiri, Ahok membantahnya. Dia menegaskan tak tahu menahu siapa yang mengirimnya.

“Lo baca aja capturan itu. Nggak jelas. Orang yang bikin itu yah, maunya apa dari gue gitu loh, tanya maunya dia apa yang bikin itu,” kata Ahok.

Merdeka.com sempat mendatangi ‘Lucky Florist’, di kawasan Cideng, Jakata Pusat. Pemiliknya membantah ada orang yang memesan langsung dalam jumlah besar.

Pemilik ‘Lucky Florist’, Feryanto mengatakan bahwa pesanan karangan bunga yang yang ditujukan ke balai kota berasal dari masyarakat, baik itu secara individual maupun komunitas. Sampai hari ini, total 80 puluh karangan bunga yang sudah dikerjakan.

Sedangkan terkait biaya yang diperlukan untuk membuat satu karangan bunga, Feryanto tidak memberikan angka pasti. Menurutnya, biaya amat bergantung pada ukuran karangan bunga yang dipesan.

“Soal biaya, sangat bervariasi, tergantung ukuran karangan bunga yang dipesan. (Biaya) Hampir sama lah. Bisa lihat website, Rp 500.000 sampai sekian,” katanya.

Hingga Rabu (26/4) siang, dirinya mengaku masih kebanjiran pesanan. Terkait adanya kabar tak sedap di media sosial, ia mengatakan tak masalah. Malah Ia bersedia untuk menunjukkan data bila ada pihak yang ingin klarifikasi.

“Ini katanya ada koordinasi. Saya tantang. Lu datang aja ke toko gua, nanti saya tunjukan datanya. Kita sangat terbuka. Orang kita enggak tipu-tipu kok,” tegasnya.

Sementara itu, Wakil Ketua DPR Fadli Zon menyindir karangan bunga yang kini menjadi viral di media sosial tersebut. Dengan banyaknya karangan bunga yang berada di Balaikota, menurut Fadli lebih baik uangnya diberikan ke anak yatim dibanding harus membuat karangan bunga.

Fadli coba menghitung berapa uang yang dihabiskan demi karangan bunga tersebut. Menurutnya terlalu besar kalau cuma buat sekadar pencitraan.

“1.000 kalau misalkan dikali Rp 1 juta saja udah Rp 1 miliar. Taruhlah kalau 700, udah Rp 700 juta, lumayan loh. Dari pada dibuat-buat seperti itu demi sebuah pencitraan, seolah-olah masyarakat ada yang merasa kehilangan dan sebagainya. Sayang aja, tapi tentunya toko untung,” pungkasnya. [ian]

Sumber: merdeka.com

Editor : Marhaendra Wijanarko

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge