0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Pandangan Terhalang Mobil, Sepeda Motor Terseret Kereta Api 300 Meter

(merdeka.com)

Timlo.net – Kecelakaan antara Kereta Api (KA) Kalijaga jurusan Semarang-Solo dengan sebuah sepeda motor terjadi di perlintasan tanpa palang pintu Kelurahan Tambakrejo, Gayamsari, Semarang, Jumat (21/4). Tiga orang tewas dalam peristiwa itu. Korban terdiri dari ibu, anak dan seorang keponakan.

Korban tewas di tempat. Sementara kondisi sepeda motor korban rusak parah karena terseret sejauh 300 meter. Ketiga korban itu adalah Maslikha (35), Rikha (7), Andika (5). Mereka merupakan warga Kampung Pondokan RT 2 RW 9, Kelurahan Tambakrejo, Kecamatan Gayamsari, Kota Semarang.

Diketahui, saat peristiwa terjadi, korban usai menjemput sekolah anak perempuan dan keponakanya di TK dan SD Al Fattah Semarang yang berjarak sekira 200 meter dari Tempat Kejadian Perkara (TKP).

Wakijan, saksi kejadian yang juga merupakan Ketua RW IV Tambakrejo mengungkapkan kejadian bermula sekira pukul 09.30 WIB saat korban yang mengendarai sepeda motor Honda Beat Warna Biru bernopol H 4815 AS dari arah barat (dari sekolahan) menuju ke timur (ke rumah) berhenti sebelum Rel kereta api ganda tanpa palang pintu.

“Korban berhenti karena dari arah Surabaya melintas Kereta Api barang. Usai kereta lewat, mereka langsung menyeberang padahal sirine masih berbunyi. Di samping itu korban terhalang pandangan mobil Daihatsu Taruna H 8031 SG yang teparkir di sebelah kiri korban,” ungkapnya.

Korban yang tak menyadari bahwa dari arah utara melintas KA Kalijaga sedang melintas, karena jarak sudah 20 meter korban tidak bisa mengihindar. Akibatnya setelah tertabrak ketiganya dengan sepeda motornya terseret.

“Di samping jarak sudah dekat, sepeda motor korban saat itu mesinnya mati, jadi langsung tertabrak dan terseret sejauh 300 meter,” ucapnya.

Kapolsek Gayamsari Kompol Dedi Mulyadi yang berada di lokasi menyatakan prihatin dan memohon kepada PT KAI untuk mengevaluasi lintasan kereta api tanpa palang pintu di lokasi tersebut.

“Saya minta pada instansi terkait khususnya PT KAI untuk melakukan pengecekan lapangan sekaligus mengusulkan diberikan palang pintu sehingga ke depan bisa meminimalisir kejadian kecelakaan serupa,” ujarnya.

Dedy meminta kepada masyarakat untuk tidak memarkirkan mobil di dekat perlintasan, sedang untuk pejalan kaki dan motor untuk selalu waspada.

Usai dilakukan olah TKP oleh petugas Inafis Polrestabes Semarang, jenasah ketiganya langsung dibawa ke RSUP Dr Karyadi untuk menjalani visum et repertum guna penyelidikan dan penyidikan.

[gil]

Sumber: merdeka.com

Editor : Dhefi Nugroho

loading...


Komentar Anda

Berita Terkait

KEMBALI KE ATAS badge