0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Hari Kartini, RS PKU Muhammadiyah Gelar Talkshow Kanker Serviks

RS PKU Muhammadiyah Solo menggelar talkshow Kanker Serviks (dok.timlo.net/tyo eka)

Solo — Memperingati Hari Kartini, RS PKU Muhammadiyah Surakarta menggelar talkshow di lobby rumah sakit setempat, Jumat (21/4). Kali ini membahas yang berkaitan dengan perempuan, yakni kanker serviks dan menampilkan dokter spesialis penyakit Kebidanan dan Kandungan dr Anik Suryaningsih SpOG.

“Kanker serviks merupakan kanker urutan pertama kanker yang diderita wanita. Melalui talkshow ini kami menginginkan wanita-wanita mendeteksi sedini mungkin kondisi terkait gejala kanker serviks,” ungkap dokter Anik mengawali talkshow yang menarik perhatian ibu-ibu pengunjung rumah sakit.

Diungkapkan, kadang wanita mengeluh sesuatu yang dianggap biasa, seperti contohnya keputihan. Padahal bila keputihan yang tidak sembuh-sembuh, bisa jadi akan mengarah penyakit yang lebih berat. “Karena itu, wanita perlu melakukan deteksi gejala kanker serviks. Sehingga resiko pemberatnya bisa ditangani sedini mungkin demi kesehatan wanita,” ujarnya.

Menurutnya, apabila mengalami keputihan yakni keputihan yang berinfeksi, entah gatal atau berbau, berwarna kuning kehijauan, atau mungkin perdarahan di luar siklus haid, atau perdarahan saat berhubungan, maka perlu diwaspadai terlebih dahulu. “Kita perlu periksakan dulu sedini mungkin, untuk mengetahui gejala itu apakah mengarah ke kanker atau penyakit lain. Karena radang, gejalanya hampir sama,” jelasnya.

Apakah yang perlu dilakukan setelah gejala diketahui, menurut Anik, selain diperiksakan untuk mengetahui diagnosis penyakitnya, sehingga dapat dilakukan pengobatan sedini mungkin, juga untuk mengetahui gejala-gejala lain yang perlu diperhatikan.

Anik mengungkapkan, kanker serviks dulu mungkin dianggap hal biasa. Tetapi dengan berkembangnya kesadaran untuk menjaga kesehatan. Akhirnya dengan diketahui gejala sedini mungkin sudah biasa. “Tidak jarang, wanita datang sudah dalam kondisi terlambat. Karena dianggap hal biasa. Seperti keluar darah haid diluar siklus haid dianggap biasa, ah, bisa sembuh sendiri. Padahal keadaannya semakin berat,” ujarnya.

Kalau sudah sejak dini diketahui, menurut Anik, pengobatannya pun bisa lebih maksimal. Tetapi kalau sudah dalam kondisi lanjut, selain memperburuk kondisi penderita, juga memperberat pengobatannya.

“Oleh karena itu, program Inspeksi Visual dengan Asam Asetat (IVA) yang kini banyak disosialisasikan, terutama Puskesmas-Puskesmas memang perlu diikuti oleh para wanita, sebagai tindakan deteksi dini terhadap terjangkitnya penyakit kanker serviks,” tandasnya.

Editor : Marhaendra Wijanarko

loading...


Komentar Anda

Berita Terkait

KEMBALI KE ATAS badge