0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Penari Difabel Semarakkan Solo Menari 24 Jam

Solo Menari. (Dok.Timlo.net/ Tyo Eka)

Solo – Solo Menari 24 Jam bakal digelar kembali di Kampus Institut Seni Indonesia (ISI) Solo pada 29-30 April 2017 mendatang. Gelaran bertema “Merayakan Migrasi Tubuh” ini akan menyajikan puluhan jenis tari dari berbagai daerah di Nusantara dan mahasiswa Prodi Tari ISI dari Mancanegara.

“Tahun ini diikuti sekitar 200an orang peserta. Tema ini diambil karena melalui tubuh, manusia membangun estetika. Dengan menari, mereka berpindah dari satu tempat ke tempat yang lain. Menari tak sekedar menggerakkan tubuh, tapi juga menyampaikan nilai-nilai kehidupan, cinta kasih, kebersamaan, kejujuran. Serta membangun karakter yang berimbas pada lingkungan dan masyarakat,” beber Ketua Pelaksana Solo Menari 24 Jam, Wahyu Giyarto saat ditemui Timlo.net di kawasan ISI Solo, Kamis (20/4).

Selain penari-penari profesional, pihaknya juga menggandeng peserta difabel penyandang tuna rungu dan tuna grahita. Sengaja diajak, lanjut Wahyu, sebagai wujud realisasi “Migrasi Tubuh” selain membawa karya dari daerah lain ke Kota Bengawan.

“Kita harus mengapresiasi dan memberi kesempatan pada teman-teman difabel agar mereka berkembang. Saat ini sudah ada dua kelompok tari difabel yang ikut. Yakni SLB Negeri Karanganyar dan SLB BCD Autis YPALB Karanganyar,” jelasnya.

Nantinya pertunjukkan akan tersebar di beberapa titik Kampus ISI Solo. Seperti halaman Rektorat, Pendapa Ageng, Gedung Teater Kecil, Lobi Teater Besar, Teater Kapal, dan Teater Terbuka ISI Solo.

“Pembukaan di halaman Rektorat Sabtu (29/4) pukul 06.00 WIB. Nonstop 24 jam sampai Minggu (30/4) pukul 06.00 WIB,” tuturnya.

Selain pertunjukkan tari, bakal digelar pula Sarasehan Budaya, Gelar Empu Tari, dan Orasi Budaya.

Editor : Dhefi Nugroho

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge