0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Lembaga Dewan Adat dan Tim Lima Bertemu di Sasana Mulya

KGPHPA Tedjowulan dan KGPH Puger berjalan bersama memasuki halaman Sasana Mulya, Selasa (18/4). (ichsan rosyid)

Solo – Dua kubu Keraton Surakarta, Lembaga Dewan Adat dan Tim Lima bertemu di Sasana Mulya, Selasa (18/4). Mereka membicarakan persiapan Tingalan Jumenengan. Dalam pertemuan, rayi dalem (adik-adik raja) termasuk Lembaga Dewan Adat yang berseberangan dengan Pakubuwana XIII diharapkan dapat hadir di acara peringatan kenaikan tahta raja tersebut.

“Kita silaturahmi. Kan lama nggak ketemu,” kata KGPH Tedjowulan usai pertemuan.

Pertemuan di kediaman KGPH Dipokusumo itu dihadiri KGPH Puger dan GKR Galuh dari kubu Lembaga Dewan Adat, Kubu Tim Lima diwakili KGPHPA Tedjowulan. Pertemuan juga dihadiri Walikota dan Sekretaris Daerah Kota Solo, Budi Yulistianto. Dalam pertemuan, adik-adik Pakubuwana XIII yang tergabung dalam Lembaga Dewan Adat diminta hadir untuk sowan (menghadap) kepada Raja.

“Terlepas setuju atau tidak, Jumenengan harus terselenggara. Semua keluarga harus sowan,” kata dia.

Hal senada disampaikan Rudy, sapaan akrab Walikota Solo. Ia berharap Tingalan Jumenengan bisa menjadi momen pemersatu kedua kubu yang berseteru selama 14 tahun terakhir itu. Masalah lain diharapkan bisa diselesaikan dengan baik setelah Tingalan Jumenengan berlangsung.

“Saya usul adik-adik Sinuhun diundang semua. Setelah ini saya akan koordinasi dengan Gusti Benowo selaku ketua panitia,” kata dia.

KGPH Puger dan GKR Galuh enggan memberi tanggapan kepada wartawan usai pertemuan. Mereka langsung menuju mobil dan meninggalkan tempat tanpa menjawab pertanyaan dari wartawan.

Editor : Wahyu Wibowo

loading...


Komentar Anda

Berita Terkait

KEMBALI KE ATAS badge