0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Minat Baca, Indonesia Duduki Peringkat Terendah

Wonogiri — Minimnya fasilitas, pengaruh gadget dan medsos menjadi penyebab rendahnya minat baca warga masyarakat. Bahkan, sejumlah riset menunjukkan jika Indonesia dari 61 negara didunia, dalam hal literasi minat baca menduduki posisi terendah.

“Data literasi minat baca di Indonesia seperti yang disampaikan Central Connecticut State University pada Maret 2016 lalu, Indonesia dinyatakan menduduki peringkat ke-60 dari 61 negara soal minat membaca. Indonesia persis berada di bawah Thailand (59) dan di atas Bostwana (61) padahal dari segi penilaian infrastuktur untuk mendukung membaca peringkat Indonesia berada di atas negara-negara Eropa,” kata Deputi Budang Pengembangan Bahan Pustaka dan Jaringan Informasi, Ovi Sofiana di Wonogiri, Selasa (18/4).

Disampaikan, berdasar OICD, rata- rata minat baca warga Indonesia dengan score di bawah 396 dengan kecenderungan meningkat dua point di tahun 2015.

Anggota Komisi X DPR RI, Rinto Subekti mengaris bawahi , ketersediaan infrastruktur dimasing-masing kabupaten sudah terbangun dengan baik , tinggal bagaimana perpustakan desa memberikan fasilitas itu, Rinto pun berharap pihak desa memikirkan keberdaan perpustaan desa yang sudah diatur undang-undang desa, bahkan berdasar anggaran desa.

“Pembangunan infrastruktur itu sudah termasuk didalamnya jika nantinya perpusataan tidak terbangun masyarakat berhak menanyakan kepada aparat desa,” jelasnya.

Dia juga menyebut, keberaaan gadget dan medsos yang akhir akhir ini dominan menjadi bahan bacaan harus disaring dengan benar, sehingga peran serta  keluargalah yang dapat menjadi bentengnya.

“Indonesia menjadi peringkat teratas pengguna internet , terbesar ada dipulau Jawa , ” tandas dia.

 

Anggota Komisi X DPR RI, Rinto Subekti

Editor : Wahyu Wibowo

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge