0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Penari Bedhaya Menolak Tampil di Prosesi Jumenengan

Latihan Bedhaya Ketawang di Sasana Sewaka, Jumat (14/4) lalu. Latihan diawasi langsung oleh GKR Koes Moertiyah dan kerabat lainnya. (foto: istimewa)

Solo – Penari Bedhaya Ketawang yang disiapkan Lembaga Dewan Adat menolak tampil di acara Tingalan Jumenengan Dalem Pakubuwana XIII. Mereka beralasan tampil di acara tersebut akan melanggar angger-angger atau aturan adat yang berlaku di Keraton Surakarta.

“Bedhaya ketawang tidak bisa dijumenengkan (ditampilkan) apabila belum menempuh ajar-ajaran (latihan) selama tujuh hari,” kata salah satu penari Bedhaya Ketawang, Anggun melaui pesan singkat, Selasa (18/4).

Seperti diberitakan sebelumnya, latihan Bedhaya Ketawang dihentikan sepihak oleh Tim Lima, Sabtu (15/4) lalu. Para Penari dan abdi dalem yang hendak melaksanakan latihan di Sasana Sewaka dihadang aparat kepolisian di pintu masuk Selatan Keraton. Sampai saat ini, mereka tidak lagi latihan. Padahal, latihan Bedhaya baru berlangsung dua kali.

“Jadi positif, Bedhaya Ketawang tidak bisa digelar,” kata dia.

Tak hanya alasan tersebut, Anggun mengatakan raja sebelumnya, Pakubuwana XII, sempat berwasiat bahwa Bedhaya Ketawang hanya boleh dijumenengkan oleh GKR Koes Moertiyah atau sering disapa Gusti Moeng. Sementara Gusti Moeng sendiri saat ini sudah dikeluarkan dari Keraton oleh Tim Lima.

“Kalaupun besok ada Tari Bedhaya, mungkin itu penari dari luar keraton yang tidak tahu tata cara jadi ndara bedhaya (sebutan untuk penari bedhaya),” tambahnya.

Editor : Marhaendra Wijanarko

loading...


Komentar Anda

Berita Terkait

KEMBALI KE ATAS badge